Abaikan Peringatan Warga, Mobil Terperosok Dan Terguling

Abaikan Peringatan Warga, Mobil Terperosok Dan Terguling

Boyolali, Gerbang Indonesia – Sebuah mobil jenis panther terperosok dan terguling saat nekat melalui jalan tanjakan bertrap, dijalan pedesaan lereng Gunung Merbabu, tepatnya dijalan Surodadi Selo. Diketahui pengemudi mobil adalah warga asal Bogor yang belum mengetahui medan jalan sekitar daerah yang akan dilalui tersebut.

Diduga pengemudi mobil ini tidak tahu arah jalan, dan menggunakan aplikasi app map saat mengikuti petunjuk arah jalan untuk kelokasi tujuan.

Karena memaksakan diri melajukan mobilnya melewati jalan tanjakan sempit, yang samping kanan kiri dibuat trap untuk pejalan kaki, dan sebelahnya terdapat lereng yang cukup curam, akhirnya saat laju mobil sampai posisi diatas tanjakan ban mobil tersangkut trap jalan. Saat itulah mobil hilang kendali dan terperosok sampai terguling beberapa kali kebawah.

Sebenarnya pengemudi mobil sudah diberi tahu oleh warga untuk tidak melalui jalan tersebut, karena bukan diperuntukkan mobil lewat. Namun, dia tetap nekat dan mengabaikan saran dari warga.

Baca juga:  Festival Kopi di Peringatan HUT PDIP ke-49, Hj. Asyanti R Thalib: Kopi Indonesia Aset Bangsa yang Mendunia

“Wes dikandani ngeyel”, tutur salah satu warga setempat, Sabtu 23/10/21.

Salah satu warga sempat merekam detik-detik terperosok, dan tergulingnya mobil tersebut disaksikan bersama warga. Sebagian sempat histeris melihat kejadian tersebut.

Tidak lama kemudian warga sekitar berdatangan, untuk membantu evakuasi mobil yang terguling dan menyelamatkan korban.

Tidak ada korban jiwa, Namun si pengemudi mengalami luka ringan, dan sempat shock setelah mengalami kejadian tersebut.

Baca juga:  Jembatan Nunpisa Putus Diterjang Banjir, Warga Korban Banjir Siumate Fatuleu Barat Terisolir

Diharapkan dengan kejadian ini para pengemudi tidak selalu mengandalkan aplikasi map saat perjalanan. Bila memang bertemu ada jalan yang tidak layak atau meragukan saat menggunakan aplikasi penunjuk jalan. Lebih baik tanyakan pada warga sekitar yang lebih paham wilayah tersebut. (Sugeng wibowo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *