Bangunan MCK SD 173157 kecamatan Adiancoting dipertanyakan, LSM BPpKRI Meminta Dinas Terkait Harus memberi Sangsi Buat Rekanan

Bangunan MCK SD 173157 kecamatan Adiancoting dipertanyakan, LSM BPpKRI Meminta Dinas Terkait Harus memberi Sangsi Buat Rekanan

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia -Pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) senilai hampir Rp. 200 juta proyek dari Dinas pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara yang berlokasi dinilai terlalu fantastik untuk bangunan MCK apalagi diduga dikerjakan tak sesuai spesifikasi.

Anggaran untuk pembuatan MCK bersumber dari dana PEN (pemulihan ekonomi masyarakat) Tahun 2021 mencapai kurang lebih 189.000.000,- (seratus sembilan puluh delapan juta) terbilang mewah namun kenyataan di lapangan saat tim awak monitoring kelapangan (22/03/2022) pembangunan MCK terlihat tidak sesuai dengan harapan, Dimana MCK yg dibangun tidak memiliki air, Ketika awak media mengecek tangki, Tangki penampung air dalam keadaan kosong dan blm terpasang pipa untuk penyaluran air ke kamar mandi tersebut.

Sub Litbang DPD LSM BPpKRI Eduard.Jp.hutapea menilai uang rakyat sebesar hampir 200 juta sungguh sangat fantastik jika hanya digunakan untuk membangun MCK.

”Apa segitu pentingnya nilai anggaran hampir Rp 200 juta hanya untuk bangun MCK padahal di masa covid 19 seperti ini, Ekonomi sedang sulit, Apalagi dibangun asal -asalan tidak sesuai mekanismenya,” kata Eduard heran.

Baca juga:  Warkop Dewan UKM dan Bazar Ramadhan Dibuka di Madina

Proyek MCK di SD Negeri 173157 Aek Godang kecamatan Adiancoting lebih kurang senilai hampir Rp. 200 juta kata Eduard harus bisa dipertanggungjawabkan karena ini uang rakyat dan Dinas pendidikan kabupaten Tapanuli Utara dipertanyakan pula pengawasannya.

Dinas pendidikan seharusnya mengawasinya, jangan sampai pekerjaan proyek MCK tidak sesuai tapi dibiarkan, Ungkap Eduard.

Baca juga:  Harkitnas, Momentum Kebangkitan UMKM : Pertamina Berkolaborasi Dengan Kemenparekraf Dukung Penguatan Rantai Pasok Hotel dan Restoran Melalui Gelar Pra Temu Bisnis di Bali

Untuk itu, sub Litbang LSM BPPKRI Provinsi Sumut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk serius menjalankan amanah. Anggaran sebesar hampir Rp 200 juta hanya untuk bangun MCK dinilai berlebihan.

”Seharusnya prioritaskan dulu untuk pembangunan yang vital terutama di masa pandemi. Kalaupun untuk proyek MCK ngga perlu dibangun baru, Cukup direnovasi saja MCK yang sudah ada,” Pungkasnya.(EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *