Bendera Merah Putih Kusam dan Robek, Dibiarkan Berkibar di SMP Negeri 1 Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara

Bendera Merah Putih Kusam dan Robek, Dibiarkan Berkibar di SMP Negeri 1 Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia – Bendera Merah Putih dengan kondisi warna yang telah kusam dan robek di ujungnya, berkibar di halaman SMP Negeri 1 Pahae Julu, Tapanuli Utara.

Ironisnya Bendera tersebut terus dibiarkan berkibar dengan keadaan seperti itu, Sejak Rabu (29-03-2022).

Awak Media mencoba Untuk menemui dan minta konfirmasi melalui WA kepada Kepala sekolah SMP Negeri 1 Pahae Julu, Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum bisa ditemui dan membalas WA.
Menangapi hal tersebut salah satu Litbang SKU. KPK Provinsi Sumut Eduard. JP. Hutapea angkat bicara, Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan sebagaimana diatur dalam Pasal 57 “Setiap orang dilarang:

Baca juga:  Rapat Mingguan Desa Sirnasari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor

a. Mencoret, menulis, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;

b. Menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran”, terangnya.

Lanjutnya, pada pasal 68 telah dijelaskan bahwa “Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan Kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah).

Baca juga:  Plt Bupati Pemalang Bangga Karena Bisa Bersilaturahmi dan Melaksanakan Sholat Tarawih Berjamaah Bersama Masyarakat Desa Kalisaleh

Dan Pasal 69 huruf (a) disebutkan “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah), setiap orang yang: “dengan sengaja menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran”, jelasnya.

Jadi tidak ada alasan Sekolah, Dinas maupun Instansi, Menaikkan atau mengibarkan Bendera Merah Putih yang rusak atau sudah berubah warna alias sudah kusam, sebab selain telah memberikan contoh yang buruk terhadap masyarakat juga telah menghina lambang negara kita sendiri. Kalau masih ada dinas, instansi yang masih memasang atau menaikkan Bendera dalam keadaan rusak atau kusam, laporkan saja ke Aparat Penegak Hukum dan kita tunggu hasil dari proses hukumnya seperti apa nantinya, Pungkas Eduard.(ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *