Dengan Bumdes/Bumdesma Membangun Penguatan Ekonomi di Pinggiran dan Desa

Dengan Bumdes/Bumdesma Membangun Penguatan Ekonomi di Pinggiran dan Desa

Reporter: Eko B Art

Pemalang | Gerbang Indonesia – Bumdes/Bumdesma adalah badan usaha milik desa/bersama yang merupakan kegiatan usaha milik desa/ bersama yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh para pemerintah Desa.
Penyertaan saham pemerintah desa di BUMDESMA berasal dari kekayaan desa melalui APBDesa yang dinamakan investasi permanen pemerintah desa, dengan adanya Bumdes diharapkan bisa membangun penguatan ekonomi di pinggiran ataupun di Desa.

Untuk lebih jelas mencari tentang apa dan bagaimana Bumdes/Bumdesma itu berjalan, kami dari awak media meminta sesi wawancara khusus perihal Bumdes/Bumdesma dengan pribadi santun dan ramah, adalah Sardiyan selaku Direktur Utama BUMDesma Rukun Makmur kecamatan Ulujami. Sabtu 14 Mei 2022.

Mengawali ucapan pembuka dalam wawancara kami Sardiyan menyampaikan ucapan terima kasih, dalam kesempatan ini bisa diskusi terkait dengan keberadaan kami, saudara kami yang selalu bersama sama, bisa jadi beberapa hal yang nanti saya sampaikan bisa mewakili teman-teman Bumdes/Bumdesma baik yang ada di Pemalang maupun seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Sardiyan menyampaikan, memang tidak dipungkiri bahwa Bumdes/Bumdesma sesuai dengan penguatan dari Pemerintah yang saat ini melalui undang-undang cipta kerja diturunkan ke bawah melalui PP nomor 11 tahun 2021 dan masih diperkuat dengan Permendesa nomor 3 dan saat ini muncul permendesa nomor 15, artinya secara regulasi secara kekuatan hukumnya sudah sangat sangat kuat, apalagi November 2021 kemarin itu ada Rakor perdana yaitu Rakornas se-Indonesia, dan kebetulan Saya adalah salah satu peserta yang mewakili dari kabupaten Pemalang maupun dari Jawa Tengah.

Karena Jawa Tengah kurang lebih ada 4 perwakilan Bumdes/Bumdesma dan salah satunya adalah Saya, terang Sardiyan.

Panjang kisah dari panjangnya sejarah para tokoh-tokoh Indonesia, dan kalau Saya tarik dengan konsep terdahulu adalah Proklamator sekaligus juga bapak Koperasi kita yaitu Bung Hatta, Saya teringat betul apa yang beliau sampaikan bahwa untuk dikatakan Indonesia menjadi maju, itu belum bisa dikatakan hebat kalau cahaya-cahaya Ekonominya itu hanya ada di kota-kota besar, akan tetapi Indonesia akan lebih maju, hebat dan luar biasa serta berdaulat kalau sumber sumber cahaya Ekonomi itu muncul dari desa-desa yang ada di seluruh Indonesia.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Produksi Pemda Mubar Berikan Bantuan ke Petani

Hal ini kalau saya coba tarik dengan kondisi yang sekarang dan Pemerintahan saat ini, dan Pak Jokowi juga sudah menuangkan dalam Nawacita-nya, tentu bahwa beliau Presiden RI saat ini sangat sangat ingin sekali membangun sebuah penguatan Ekonomi di pinggiran atau pun kalau boleh saya terjemahkan adalah di Desa-desa di seluruh Indonesia.

Tentunya dari Pemerintah juga berupaya mewujudkan kemandirian Ekonomi desa, dan Kami ini diberikan satu tugas, satu tanggung jawab yang menurut saya selaku pelaksana atau pengelola yang saat ini diberikan mandat, dan hal ini bukan pekerjaan yang yang ringan, tentunya karena dalam undang-undang, disitu Kami dituntut untuk menggali potensi-potensi ekonomi dengan semangat pemberdayaan masyarakat, dengan semangat menggali penyerapan tenaga kerja dan sebagainya, tapi seiring waktu berjalannya kegiatan kami juga tidak dibarengi dengan adanya sebuah keseimbangan antara kewajiban dan hak. Dalam artian yang menurut Saya sendiri juga menjadi sesuatu yang menarik buat temen-temen di lapangan.

Dari uraian Saya dari awal depan sampai-sampai belakang menurut Saya, Bumdesma ini merupakan setrategi dalam mewujudkan mimpi besar tentang kelangsungan Ekonomi dari bawah, dan tentunya mewujudkan mimpi besar kalau hanya di topang oleh salah satu pihak saja dalam proses kelangsungan kegiatannya, justru hal ini akan menjadi sangat berat sekali, kalau bisa mimpi besar ini bisa di jembatani dan di motivasi dengan semangat kebersamaan gotong royong, semangat bahu-membahu di segala lini dalam semua fungsi, ibaratnya sebuah kesebelasan sepak bola itu semuanya berperan sesuai dengan porsinya.
Dengan demikian tentunya akan menjadi suatu kekuatan yang besar dalam kemudahan mewujudkan cita-cita Pak Jokowi sesuai dengan Nawacita pada alinea ketiga.

Baca juga:  Bupati Labusel Terima Audiensi Panitia Harlah NU Ke-96 yang Akan di Gelar PC NU Labusel 31Januari 2022

Dan hal tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin, karena semua pihak harus mengambil peran dan punya andil serta berkelanjutan dalam mengawal para pengambil kebijakan dalam mendukung peran Bumdesma dalam membangun Ekonomi dari tingkat bawah.
Terutama sekali adalah para pengambil kebijakan, baik itu di Eksekutif maupun Legislatif.

Secara umum Kalau boleh menganalogikan Bumdesna adalah seperti Bayi prematur, sebab kami dilahirkan dan secara umum anak yang dilahirkan haruslah ada peran lebih dari orang tua dalam memberikan pendampingan, pemeliharaan, pola asuh secara intensif dari mulai usia dini kelahiran hingga kami akhil baliq, namun kenyataannya Kami lahir, tapi kondisi Kami hanya dilihat tanpa tahu apakah anak ini sehat atau stunting bahkan hidup atau mati, tapi Kita sudah bertanggung jawab atas kewajiban tanpa Kami bisa menuntut Hak sebagai Anak.

Namun demikian mohon maaf barangkali dalam kesempatan inilah menjadi kesempatan yang sangat baik, dengan wawancara ini Kami bisa memohon terhadap para pemangku kebijakan untuk mewujudkan mimpi besar Indonesia Hebat ini.

Dengan memberi kepercayaan lebih, memberi asupan gizi yang yang juga lebih, dengan harapan bahwa kami kami ini adalah Bumdes/Bumdesma pada lintas jenjang di tingkat desa ataupun di tingkat kecamatan agar posisi kami lebih diperhatikan, yang artinya proses kelahiran kami dan pertumbuhan Kami bisa dibimbing dengan baik, dengan stimulan semangat yang baik dan bisa memberikan cantolan Anggaran dari Eksekutif maupun Legeslatif (Komisi C dan Komisi D) kepada kami (Bumdes/Bumdesma).

Bumdes/Bumdesma ini punya peluang luar biasa, karena di situ Kami dituntut untuk menggali keuntungan, kami juga menggali pemberdayaan, baik pemberdayaan masyarakat ataupun Pemberdayaan alam.

Amanah yang kami kerjakan adalah oleh masyarakat, untuk masyarakat dan dari masyarakat.

Dengan PP nomor 11, ataupun Permendesa nomor 3 dan saat ini di Kabupaten Pemalang juga sedang merancang sebuah Perda yang nanti turunannya untuk kemajuan Ekonomi Masyarakat.

Dengan demikian Pemalang kedepan tentu punya semangat perubahan yang luar biasa kuat, dan ayo kita bareng-bareng berperan bahwa dengan semangat “Khoirunnas Anfauhum Linnas” (Ingatkan Manusia untuk Menjadi Pribadi yang Bermanfaat) dan juga semangat “Hubbul Wathon Minal Iman” (cinta tanah air adalah sebagian dari iman) bila disesuaikan dengan penggalian nilai nilai potensi ekonomi dan kemandirian ekonomi desa, maka tidak ada sesuatu yang tidak bisa dicapai dalam keyakinan semangat tersebut. Dan Kita Kawal, kita lakukan secara sungguh-sungguh dengan baik, tentunya Pemalang tidak seperti Pemalang yang sebelumnya, dan Pemalang akan berubah menjadi Pemalang yang lebih baik, Pemalang yang lebih maju, Pemalang yang lebih dan berkembang.

Baca juga:  Pesan PLT Bupati Pemalang Pada Acara Talk Show Dalam Rangka Haornas "Diperlukan Kolaborasi Aktif Dari Pengurus Koni dan Ketua Cabang Olahraga Beserta Disparpora"

Dengan menggali potensi masyarakat yang ada di Kabupaten Pemalang, dan juga menggali potensi alam dari geografis Pemalang wilayah yang luar biasa, dengan melihat garis tarik pesisir pantai dari Kecamatan Ulujami sampai dengan Kecamatan Pemalang, kurang lebih ada lima Kecamatan yang punya potensi luar biasa wilayah pantai.

Selanjutnya Pemalang juga punya kecamatan Taman, kecamatan Bantarbolang dan Kecamatan Randudongkal itu punya geografis hutan yang luar biasa. Serta kecamatan kecamatan yang diwilayah Pegunungan dengan potensi alam yang juga sangat luar biasa.

Mungkin selama ini kurang maksimal dalam eksploitasi dalam mengembangkan potensi alam, berangkat dari tiga hal tersebut kita harus tetap semangat, kita hanya perlu melakukan sesuatu kegiatan yang istilahnya bukan kegiatan rutinitas linier saja, tapi kita harus berpikir dan bertindak lebih dari sekedar saja namun juga berpikir secara visioner secara inovatif dalam mengelola sumber daya alam yang melimpah.

Sebab bila sumber daya alam bisa dimaksimalkan maka manfaatnya juga bisa maksimal dan melimpah.

Ayo bareng-bareng kita bergerak bersama, gotong royong menuju kemandirian Ekonomi dari bawah untuk mendukung Program Dedi (Desa Digital), Desi (Desa Sinergi), Dewi (Desa Wisata) dan Koin (Kota Industri) demi mewujudkan Pemalang AMAN Adil.Makmur Agamis dan Ngangeni. Pungkas Sardiyan.(Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *