Ditinggalkan Begitu saja Oleh Suami, Ningsih Harus Berjuang Seorang diri Demi Empat Anaknya yang masih Kecil

Ditinggalkan Begitu saja Oleh Suami, Ningsih Harus Berjuang Seorang diri Demi Empat Anaknya yang masih Kecil

Reporter: Arifin

Kupang | Gerbang Indonesia – Mujur tak dapat diraih Malang tak dapat ditolak, sebuah ungkapan yang pas untuk menggambarkan, apa yang dialami oleh seorang wanita tangguh yang sangat luar biasa. Hartik Suningsih wanita asal Kota Malang ini harus menjadi figur seorang ibu sekaligus seorang ayah bagi ke-4 anaknya yang masih kecil-kecil. Hal ini dikarenakan sejak dirinya berpisah dengan sang suami yang meninggalkannya begitu saja sejak tiga tahun yang lalu.(19/12/2021).

Keterengan foto: Pengurus Ikatan Arema Kupang bersama Relawan K2S mendatangi rumah Ningsih di kelapa lima kota Kupang
Keterengan foto: Pengurus Ikatan Arema Kupang bersama Relawan K2S mendatangi rumah Ningsih di kelapa lima kota Kupang

Berawal dari sebuah informasi yang didapat, tentang adanya seorang ibu yang ditinggalkan begitu saja oleh suaminya, maka tim media Gerbang Indonesia bersama pengurus ikatan Arema Kupang dan Punokawan dari korwil kelapa lima K2S, mencari tahu keberadaan warga Jawa di Kupang yang kebetulan asli dari Kota Malang Jawa Timur. Saat ditemui dikediamannya dikawasan RT 13/ RW 06 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. yang hanya berupa sebuah kamar kos berukuran 2×3 meter dengan satu buah kasur lusuh tanpa kain seprei yang ditinggalinya bersama ke-4 anaknya tersebut, Ningsih sapaan akrab wanita tangguh ini menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan penghasilan untuk menyambung hidup dan membiayai anak-anaknya hanya sebagai buruh cuci pakaian orang.

Baca juga:  kos kosan murah di Serang kreatif
Keterengan foto: Pengurus Ikatan Arema Kupang dan Relawan K2S bersama Ningsih di kostnya
Keterengan foto: Pengurus Ikatan Arema Kupang dan Relawan K2S bersama Ningsih di kostnya

” Saya cuma buruh nyuci pakaian orang, hasilnya saya pergunakan untuk bayar kost dan sisanya untuk kebutuhan makan anak saya sehari-hari, ya dibilang cukup ya tidak cukup, tapi mau bagaimana lagi cuma itu yang bisa saya kerjakan ” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, menahan rasa pilu yang dirasakannya.

Keterengan foto: Kondisi kamar kost Ningsih  bersama 4 anaknya yang masih kecil
Keterengan foto: Kondisi kamar kost Ningsih bersama 4 anaknya yang masih kecil

” Saya sudah tidak punya siapa-siapa, kedua orang tua sudah meninggal, jadi mau pulang kampung juga gak tahu mau tinggal dimana, ” ungkapnya sambil terisak, membuat tim media bersama beberapa orang pengurus ikatan Arema yang juga ikut datang mengunjungi tak dapat menahan air mata.

Baca juga:  Harga Motor Pcx Di Kota Bogor Terbukti

” Ibu jangan terlalu banyak pikiran ya, jangan merasa sendiri lagi, kami dari Ikatan Arema Kupang adalah saudara ibu juga ” demikian disampaikan Oleh Sugiono, selaku Penasehat ikatan Arema Kupang yang juga sebagai Ketua bidang Sosial K2S ikatan Keluarga Jawa.

Secara Spontanitas Beberapa ibu-ibu dari Ikatan Arema juga langsung memberikan bantuan sejumlah uang untuk meringankan beban Ningsih.(Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *