Dua Unit Rumah KPM PKH Nyaris Ambruk Desa Kota Panton Labu Aceh Utara

Dua Unit Rumah KPM PKH Nyaris Ambruk Desa Kota Panton Labu Aceh Utara

Aceh Utara, Gerbang Indonesia – Dua unit rumah panggung berkontruksi kayu nyaris ambruk ke saluran sungai Jambo Aye perbatasan Aceh Utara. Rumah tersebut miliknya Jumiati dan Halimah warga Dusun I Desa/Kota Panton Labu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. 7 Oktober 2021.

Kepala Dusun 1 Desa/Kota Panton Labu Amir Hamzah saat di temui awak media lokasi rumah tersebut mengatakan.”Kedua pemilik rumah ini paling miskin di sini bang, mereka memang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Namun kondisi rumahnya lihat saja sendiri sungguh sangat tidak layak huni. Sementara dari pemerintah desa tidak bisa menganggarkan biaya rehap, karena mereka tidak memiliki tanah sendiri, demikian informasi yang kami terima,” kata Amir dengan nada kecewa kepada wartawan saat dijumpai.

Sementara pemilik rumah tersebut bernama, Halimah (45 Thn) anggota PKH mengatakan, kedua rumah itu dibangun dengan kayu dan seng bekas bangunan sekolah MIN II Aceh Utara. “Rumah ini dibangun 13 tahun silam, dimasa pak Ibrahim (parades) menjabat Kapolsek Tanah Jambo Aye, berkat bantuan hamba Allah melalui beliau rumah ini bangun 3 unit, yang satu sudah duluan ambruk dan dua lagi kami tempati saat ini,’ ujar Halimah saat ditemui di kediaman.

Baca juga:  Harga Mobil Di Avanza Di Kota Palu Kreatif

Bayangkan, lanjutnya, saya memiliki 6 orang anak, pertama Miswar (26) tak ada kerja, adiknya perempuan sudah kawin dan punya anak juga. Sedangkan anak ketiga masih kelas 3 SMP, dan ke 4 kls 6 MIN, anak kelima kelas 5 MIN dan yang ke-6 masih berumur

6 tahun belum sekolah,” ungkap Halimah dengan mata berkaca kaca.

Hal yang sama juga dirasakan Jumiati M, Yusuf (38) ,”Saya memang penerima PKH, saya memilik 4 anak, pertama masih umur 13 Tahun, kelas 1 SMPN, yang ke 2 kelas 4 MIN dan satu lagi masih kelas 1. “Suami hanya kerja mocok mocok, sedangkan saya kerja cuci piring tangga atau gosok pakaian, penghasilan paling 150 ribu per bulan, kami tidak sanggup membangun rumah, lagian saya tak punya tanah, ini tanah mesjid lama desa Panto labu,” papar Jumiati saat ditemui dua Jurnalis Perbatasan Aceh Utara.

Baca juga:  Wakili Gubernur Sultra, Wali Kota Baubau Buka Pasar Murah

Sebagai Kepala Dusun 1, Amir Hamzah sangat berharap kepada Pemkab Aceh Utara atau dinas terkait. “Kepada pemerintah atau dinas terkait, agar membantu biaya rehap ke dua rumah ini. Mereka benar benar miskin, coba lihat saja sendiri, anak mereka masih kecil kecil lantai rumah semua pada lapuk termakan usia. Saya yakin dua rumah ini tak lami lagi roboh, sayang ada anak anak kecil,” kata Amir Hamzah dengan nada serius.

Baca juga:  Realisasikan Samisade Tahap II Pemdes Lulut Alokasikan Pengaspalan Jalan Desa

Hal senada juga di harapkan Halimah dan Jumiati. “Jika rumah ini roboh, kami dan anak anak tak ada tempat tidur, sekarang saja kami susah tidur jika hujan turun. Karena atap rumah sudah pada bolong dan bocor jika hujan turun,” pungkas Jumiati.

Sementara itu, Camat Tanah Jambo Aye Fadli saat dihubungi media ini sempat terhubung. Namun tidak terjawab, Selanjutnya media ini menuju kantor camat setempat untuk melakukan konfirmasi, “Bapak Camat tidak ada ditempat bang, beliau seperti masih di Padang Sumatera Barat mendampingi para Geuchik Observasi Lapangan (OL), mungkin dalam dalam dua hari atau Minggu ini sudah pulang,” terang salah satu staf kantor camat setempat yang tak mau dituliskan namanya. (Saif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *