Eksistensi SMP N 02 Ulujami Dengan Menjadi Sekolah Piloting PTM Pada Masa Pandemi

Eksistensi SMP N 02 Ulujami Dengan Menjadi Sekolah Piloting PTM Pada Masa Pandemi

Reporter: Eko B Art

Pemalang | gerbangindonesia.id – Begitu memasuki area SMPN 02 Ulujami kita akan melihat taman yang tertata indah rapi di halaman depan Sekolah tersebut.

Jalur akses keluar masuk Siswa siswi juga bersih dan tampak sangat terawat.

Pada kesempatan yang sama kami awak Media meminta sesi wawancara untuk mengkonfirmasi Proses Belajar Mengajar di masa pandemi sekarang ini.

Adalah Jamal Abdul Aziz S.Pd selaku kepala Sekolah SMP Negeri 02 Ulujami. Sabtu 26 Februari 2022.

Jamal menerangkan bahwa di SMPN 02 ulujami sebenarnya sudah melaksanakan PTM sesuai dengan peraturan Dinas terkait, tentunya dengan melaksanakan PTM ini sejak mulai kami ditunjuk sebagai sekolah kami ditunjuk sebagai sekolah Piloting PTM.

Terkait hal tersebut yang kami lakukan adalah “yang pertama bahwa vaksinasi sudah lengkap vaksinasi dosis 1 dan 2 baik untuk tenaga pendidik maupun untuk siswanya, kemudian setiap hari Kami sebelum semua warga sekolah masuk sekolah, itu kita cek suhu dengan termogun untuk mengukur suhu kepada semua warga siswa dan Guru yang akan masuk ke area sekolah, apabila suhunya normal tentu dipersilahkan untuk masuk sekolah, apabila suhunya tinggi Siswa ataupun Guru dipersilahkan untuk pulang dan istirahat di rumah dulu, sambil untuk memeriksakan diri apakah suhu tingginya karena penyakit biasa, atau karena tertular terpapar covid, dan kalau kondisi karena penyakit biasa Setelah sembuh ya silakan masuk kembali, tapi kalau ditemukan terpapar Covid-19 maka kami segera seluruh warga sekolah akan melakukan isolasi mandiri untuk PBM dilaksanakan dari rumah dengan pembelajaran jarak jauh, itu adalah prinsip aturan dasar di sekolah ini.

Baca juga:  Yayasan Universitas Moestopo Berikan Penghargaan pada Cicit Pahlawan Nasional

Namun demikian Alhamdulillah sampai sekarang kami belum menemukan kasus seperti itu, sehingga pembelajaran berjalan normal sesuai dengan aturan.

Dan untuk mengantisipasi Learning Loss, Kami menerapkan pembelajaran dengan mengoptimalkan kapasitas ruang kelas maksimal 50% dari daya tampung kelas, sehingga apabila kelas ini isinya 32, maka dalam 1 hari hanya diisi oleh 16 siswa, secara bergantian mengikuti jadwal.

Baca juga:  Rangkaian Hari Ibu Ke 93, Tim Penggerak PKK Kab. Barru Menggelar Pelatihan Keterampilan Tata Rias

Tentunya tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan 5 M, untuk melangsungkan jam pelajaran dan memasuki tempat ruang kelas duduk satu persatu, demikian juga ketika pembelajaran selesai mereka pulang satu persatu cuci tangan lagi, itu penerapan prokes di sekolah ini.

Memang kekhawatiran loss learning ini adalah kekhawatiran kita bersama, terlebih kami semua para guru pendidikan yang sangat-sangat takut dan khawatir tentang pembelajaran yang gagal.

Baca juga:  Mengatasi Harga Pakan Ternak yang Mahal, Mahasiswa UPER Ciptakan Startup 'Akihiko' Sebagai Solusi Bagi Para Peternak

Maka terkait dengan hal itu hal itu kami Optimalkan dan memaksimalkan sistem pembelajaran dengan menempuh dua jalur, pertama dengan PTM sesuai aturan prokes dan PJJ dengan kita melayani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, kami buka akses informasi seluas luasnya untuk siswa siswa kami dalam mendapatkan pembelajaran sekalipun dengan informasi via daring.

Harapannya Pandemi ini cepat berakhir, kekhawatiran kami bukan hanya learning loss tapi masa dua tahun ini tentu banyak ketertinggalan dalam pelaksanaan Proses belajar mengajar di dunia pendidikan. Pungkas Jamal dalam Sesi wawancara singkat ini.(Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *