Masyarakat dan Anak-anak Menyerbu Puskesmas Rengas Pulau Medan Marelan

Masyarakat dan Anak-anak Menyerbu Puskesmas Rengas Pulau Medan Marelan

Reporter: Rudi Hartono

Medan | Gerbang Indonesia – Masyarakat yang berdomisili di sekitar Medan Marelan dan anak-anak sekolah usia 6 -11 tahun menyerbu Puskesmas Rengas Pulau Medan Marelan guna memperoleh vaksin. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa 17/1/22 pagi.

Tampak kenderaan berjejer rapi di dalam area puskesmas. Bahkan kenderaan yang tak tertampung sampai meluber ke jalan untuk memarkirkan kenderaan baik sepeda motor maupun mobil. Kegiatan vaksinisasi ini rutin dilakukan sejak awal tahun. Awalnya pendaftaran khusus untuk warga domisili Rengas Pulau dan Kelurahan Tanah 600, tetapi sejak Desember tahun lalu dibebaskan pendaftarannya.

Semua warga boleh mendaftar selagi punya KTP dan diperbolehkan pula bagi warga yang vaksin I di tempat lain yang ingin vaksin II di puskesmas ini. Kehadiran anak-anak sekolah dari Yayasan Raudhatul Jannah yang berlokasi di Jalan M. Basir Pasar 5 Rengas Pulau Medan Marelan ikut meramaikan kegiatan vaksinisasi ini. yayasan ini, terdata 50 orang siswa melakukan vaksinasi dengan vaksin Sinovak.

Baca juga:  Capaian Vaksin Dosis Satu Dikebut di setiap Kecamatan Kab. Jember

Kegiatan vaksinisasi anak usia 6 -11 tahun ini baru pertama kali diadakan di puskesmas Rengas Pulau. Tampak orang tua murid membentang tikar dan membawa bangku plastik menenangkan anak-anak dibimbing para guru-guru untuk menertibkan anak-anak. Dari ketrangan dr. Riska.

Menurut dr. Riska, untuk vaksin I menggunakan Sinovak dan untuk Vaksin II menggunakan Pfizer. Terlihat nakes sibuk melayani para peserta vaksin yang mengantri. Ada 6 tenaga nakes yang melayani peserta vaksin. Ketersediaan vaksin untuk Sinovak ada 250 stok, sedangkan untuk Pfizer ada 100 stok.

Baca juga:  Desa Pedagung Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang Meminta Kuota Vaksinasi di Desanya diPerbanyak

Di tengah-tengah isu yang berhembus tentang adanya korban jiwa akibat vaksin di Medan dan banyaknya pemberitaan efek samping vaksin terhadap anak-anak juga banyaknya usaha penolakan vaksinasi untuk anak, tetap para peserta vaksin tidak terpengaruh.

Maya (38) tahun, salah seorang orang tua siswa menyatakan, “Kalau masalah meninggal itu bang, urusan Allah bukan kita. Yang pasti dengan vaksin mencegah anak saya terkena virus Covid-19, apalagi ada pula varian Omicron yang kabarnya bahaya”, tutur Maya.

Lain lagi tanggapan peserta ketika hal yang sama ditanta awak media, “Sejujurnya saya takut dari awal sampai sekarang ini apalagi masih ada kasus kematian akibat vaksin. Tapi mau bilang apa bang, awak mau ngurus rekening dan KK di kelurahan wajib tunjuk surat vaksin jadi terpaksalah bang ceritanya nih”, ujar Erwin (42) warga Lingkungan 6 Rengas Pulau.

Baca juga:  Perolehan Cakupan Vaksinasi Minggu Pertama Bulan Desember di Desa Muncang

Kegiatan vaksin masih berlangsung sampai bulan April sesuai dengan program Pemko Medan.Tujuan dari vaksinasi ini adalah untuk “Herd Immunity” warga menghadapi Pandemi Covid-19. Menurut data pemko Medan, program vaksinasi untuk manula sudah mencapai target bahkan melebihi yang ditetapkan pemerintah, meski demikian untuk pencapaian umum belum mencapai angka 80 %.

Pendataan masyarakat baik itu manula dan umum masih berlanjut berbentuk laporan dari kepala lingkungan masing-masing di kota Medan dan juga laporan dari para penyelenggara vaksinisasi yang sudah berjalan tetap di data pemko Medan untuk memastikan jumlah yang tercover secara agregat. (RHO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *