Musyawarah Rapat Kerja NU Ranting Losari

Musyawarah Rapat Kerja NU Ranting Losari

Reporter: Eko B Art

Pemalang | Gerbang Indonesia – Mengambil Waktu ba’da Isya, bertempat di Masjid Albarokah Desa Losari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, acara Musyawarah Rapat Kerja Nahdhatul Ulama Ranting Losari dibuka oleh salah Satu Pengurus Organisasi Nu Ranting Losari. Minggu 26 Desember 2021.

Dihadiri Oleh segenap Pengurus Organisasi, mulai dari Ketua Tanfidiyah NU, Ketua Suriah NU dan juga semua perwakilan Badan Otonom NU, ada Anshor, Banser, Tim kerja LazisNU, Fatayat, dan Juga Ipnu-Ippnu.

Dalam sesi awal acara Bapak Kasnari selaku ketua Tanfidiyah NU ranting Losari, memberikan himbauan kesadaran bersama dalam forum rapat tersebut, malam ini saya sampaikan bahwa Organisasi NU ranting Losari adalah bukan semata mata milik saya pribadi sebagai ketua, tapi Organisasi NU adalah milik semua Jamiyah yang hadir disini dimasjid Albarokah Malam ini, untuk itu mari kita musyawarahkan rapat kegiatan NU ini, kita jalankan Organisasi NU ini dengan bentuk tanggung jawab bersama dalam kelangsungan dan kemajuan NU ranting Losari. Demikian isi point penting dalam sesi sambutan Pak Kasnari.

Selanjutnya Sambutan di berikan kepada Bapak KYai Rohmat selaku Ketua Suriah NU Ranting Losari.

Pak Yai Rohmat Memaparkan bahwa” Bentuk perjuangan NU dimasa kini adalah:

Baca juga:  Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang Mendampingi PLT Bupati Pemalang Dalam Acara Takziah di Desa Ambo Kulon Kecamatan Comal

Yang pertama adalah: berjuang dalam menguatkan Akidah, dimana NU dengan konsep Ahlussunnah wal jamaah, bahwa kita tahu bersama, bila perjuangan Akidah dimasa lalu melawan Jahilliyah, dan secara kasat mata musuh kita juga jelas, artinya bila kita mati dalam berjuang disebut mati syahid, namun berbeda dengan zaman sekarang, bisa jadi kita berperang dengan yang kelihatannya sesama akidah, tapi bila akidah yang mati ataupun kalah, maka mati kita menjadi Mati Sangit (mati gosong..”) dalam tanda kutip.

Ciri kepribadian NU sangat nampak, kita bersholawat, kita tahlilan, dan juga membaca maulid albarzanji. Tapi perlu hati hati bila ada yang yang bilang bahwa yang penting bersholawat (sholawatan), tahlilan dan juga membaca maulid albarzanji, ora usah NU – NU an ( tidak usah NU – NU an) jangan jangan yang demikian adalah Penggebosan/Menggebosi Organisasi NU.

Yang kedua adalah perjuangan dalam hal Wathoniyah/Kebangsaan.
Sebab NU mengawal :

-Pancasila.
-Bhinneka tunggal Ika.
-NKRI. dan
-Undang undang dasar 1945.

Demikian pesan penting isi sambutan dari Pak Yai Rohmat.

Selanjutnya acara dilanjutkan Musyawarah program Kerja NU Ranting Losari yang langsung dipimpin oleh Pak Ustad Nurkholis dengan mengambil empat Point kegiatan :

Baca juga:  Ini yang Dilakukan R2 Bersama Dinkes Kota Kupang, untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran DBD 

1. Kegiatan Bulanan malam Senin Pon. Kegiatan yang diisi, Do’a, dzikir bersama, membaca maulid albarzanji, pemaparan wawasan ke NU an dan juga siraman rohani dari ketua Suria NU dan Nara sumber lainnya.

2. Kegiatan evaluasi rapat kerja triwulan. Ini adalah konsep kegiatan musyawarah yang melibatkan seluruh unsur lengkap dalam organisasi NU mencakup pembahasan evaluasi kerja, kegiatan yang akan berlangsung dan juga mengurai solusi bersama dalam setiap kondisi dan situasi yang terjadi, ataupun hal hal penting mendesak yang menjadi prioritas langkah kemajuan kegiatan ke NU an.

3.Kegiatan LazisNU. Kegiatan ini adalah kegiatan yang mengacu pada kegiatan sebelumnya yaitu Koin NU untuk fokus mengambil fungsi dan manfaat sumber daya dan sumber Dana Biaya mengisi KAS organisasi untuk membiayai setiap kegiatan lintas lini dalam ranah ke NU an. Hasil dari musyawarah disepakati bahwa tiga point awal akan di lanjutkan kembali, sesuai dengan kesepakatan bersama dalam rapat malam ini.
4.Kegiatan pembangunan TPQ Nurul Ulum.

Dan khusus untuk point yang keempat dalam sesi ini dipimpin oleh Pak Akhmad Sunaryo selaku ketua panitia Pembanguna TPQ Nurul Ulum. Pak Naryo menjelaskan bahwa untuk kegiatan Pembangunan TPQ Nurul Ulum, ,lnsyaAllah secepatnya akan dilakukan penggalian dana untuk melanjutkan Pembangunan TPQ yang selama ini sempat tertunda, dan Beliau juga memastikan bahwa keperluan Proposal dan hal hal lainnya yang menyangkut kepentingan surat Menyurat administrasi akan diterbitkan sebelum awal tahun 2022, tentunya dengan mengawali rapat kerja lanjutan dengan tim panitia inti Pembangunan TPQ Nurul Ulum.

Baca juga:  Disparpora Kabupaten Pemalang Melaksanakan Paparan Evaluasi SAKIP dan RB

Maka sampailah pada sesi akhir acara dengan yang diambil peran oleh Bapak Kyai Agus HM, beliau menggaris bawahi semua kegiatan musyawarah rapat malam ini bahwa dalam sebuah Organisasi dalam melangsungkan semua jenis kegiatan harus ditopang dengan Dana, maka mari kita giatkan bersama, kita sisihkan harta kita, kita siapkan tenaga, pikiran kita, dan tetap berDo’a untuk melanjutkan pergerakan perjuangan NU dalam sosial masyarakat, membangun tempat ibadah, membangun tempat belajar/TPQ untuk kemajuan NU di ranting Losari.

Dalam sesi paling akhir dan penutup, Ustad Diardi Sumekto Aji memimpin Do’a bersama dalam acara pungkas dari rangkaian Musyawarah Rapat program Kerja NU Ranting Losari. Demikian liputan kegiatan dari kami Media Gerbang Indonesia. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *