Pegang Rekor MURI, HUT ke 13 Paguyuban Sugeng Dirayakan sebatas Regional Daerah

Pegang Rekor MURI, HUT ke 13 Paguyuban Sugeng Dirayakan sebatas Regional Daerah

Reporter: Sugeng

Jogja|gerbang Indonesia – Sebuah komunitas dengan keunikan tersendiri, semua anggotanya harus memiliki unsur nama yang sama yaitu Sugeng.

Sejarah singkat berdirinya paguyuban sugeng ini berawal dari pelopornya H.Sugeng Jabri seorang warga Negara Malaysia ditahun 2006 lalu. Berasal dari rasa penasaran dan keingintahuannya dengan keunikan namanya sendiri yang terbilang langka di Negaranya.

Akhirnya dia berusaha mencari dan mengumpulkan orang-orang yang bernama Sugeng melalui media sosial yang pada akhirnya berhasil menemukan dan mengumpulkan orang-orang bernama Sugeng yang ternyata banyak berasal dari Indonesia.

Setelah melalui proses beberapa kali pertemuan antar sesama Sugeng dalam membangun komunitas. Akhirnya mulai terorganisir tersusun kepengurusan dan meresmikan pendirian paguyuban sugeng pada tanggal 09 November 2008.

Hingga kini anggota komunitas yang terdaftar dipaguyuban Sugeng ini sudah lebih dari delapan ribuan yang semua terdaftar sebagai anggota dan terus bertambah. Hal ini bisa terlihat dari media sosial Facebook dan website paguyubannya.

Baca juga:  Grebeg Vaksin, diKeluhkan Warga Boyolali

Untuk ikut bergabung dipaguyuban komunitas ini tidak semua orang bisa terdaftar, karena hanya orang yang memiliki unsur nama sugeng saja yang diterima sebagai anggota.

Caranya supaya bisa bergabung paguyuban  harus memenuhi syarat memiliki nama sugeng. Cukup dengan syarat mengirimkan foto KTP yang memiliki unsur nama sugeng untuk mendapatkan nomor registrasi sebagai anggota paguyuban.

Untuk mempertahankan rekor Muri yang sampai saat ini sudah terdaftar 2 Piagam penghargaan dimuseum rekor dunia. Sejak tanggal 9 November 2012. Rekor komunitas anggota dengan nama yang sama terbanyak dan memainkan angklung bersama.

Baca juga:  Siswa Merencanakan Tawuran Diamankan di Polsek Batujaya

Didalam paguyuban ini bukan hanya sekedar kumpul komunitas saja. Paguyuban Sugeng juga telah melakukan bermacam-macam kegiatan untuk masyarakat seperti bantuan sosial diberbagai daerah dan tempat yang membutuhkan. Selain itu juga ada program-program paguyuban yang telah dijalankan untuk menjalin kebersamaan antar anggota dan untuk masyarakat pada umumnya.

Pada tahun 2021 ini Paguyuban Sugeng akan merayakan HUT ke 13 berdirinya paguyuban yang akan diselenggarakan disetiap regional masing-masing. Dikarenakan masa pandemi saat ini maka seluruh peserta disetiap tempat perayaan regional ini wajib mengikuti prokes yang diberlakukan saat acara berlangsung.

Kegiatan perayaan HUT ke13 ini yang sudah terdaftar dan diumumkan akan diselenggarakan salah satunya diregional Jogja dan Jawa tengah tempatnya di omah kolam jalan Ontrokusumo, Grojogan, Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta.

Baca juga:  Dua Peristiwa Kebakaran Terjadi di Kota Baubau Dengan Lokasi yang Berbeda

Salah satu koordinator kegiatan acara tersebut”Rita Sugeng lestari”menjelaskan bahwa semua peserta bisa mengikuti acara perayaan HUT paguyuban namun tetap mengutamakan Prokes yang berlaku dan memakai baju identitas paguyuban,” jelasnya, Kamis (22/10/2021).

Selain diregional Jogja dan Jateng perayaan HUT ke13 paguyuban ini dilaksanakan regional daerah lainnya juga seperti di Jawa Barat yang akan diselenggarakan pada hari yang sama di Lagundi beach, Anyer, tanggal 14 November 2021.

Untuk tahun ini paguyuban Sugeng pusat tidak mengadakan acara perayaan untuk keseluruhan anggota secara bersama dikarenakan masih dalam masa pandemi,”tambahnya.

Dengan adanya perayaan disetiap regional tahun ini diharapkan semua bisa mewakili seluruh anggota Sugeng agar tetap dapat menjalin silaturahmi bersama dan semakin kompak dimanapun berada. (Sugeng Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *