Pembekalan Bakal Calon Anggota Legislatif dan Pendidikan Kader Pertama DPC PKB Kabupaten Pemalang

Pembekalan Bakal Calon Anggota Legislatif dan Pendidikan Kader Pertama DPC PKB Kabupaten Pemalang

Pemalang, Gerbang Indonesia – Marathon kegiatan acara Pembekalan Bakal Calon Anggota Legislatif
Dan Pendidikan Kader Pertama DPC PKB Kabupaten Pemalang berlangsung di Hotel Winner Pemalang. Minggu 27 Maret 2022.

Beberapa materi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut adalah Materi dengan Judul Bagaimana Cara Menang Pemilu dengan Nara Sumber Yanuar Prihatin Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB.
Dalam kesempatan tersebut Kami dari awak media meminta sesi wawancara dengan Yanuar Prihatin sesaat setelah selesainya acara kegiatan.

Yanuar menyampaikan bahwa “Saya sebagai narasumber memaparkan tentang bagaimana Cara Menang Pemilu dengan merangkum materi-materi yang penuh dengan nuansa inspirasi, motivasi dan bagaimana sih cara memenangkan pemilu dengan teknik yang paling mudah terus murah, tapi juga setiap orang bisa melakukannya.

Ini adalah satu teknik yang sebetulnya potensi itu ada pada semua orang apapun latar belakangnya, apapun keadaan sehari harinya dan seperti apa dia.

Rahasia-rahasia ini untuk memenangkan pemilu, hanya saja tidak semua orang tahu bagaimana cara menemukan rahasia itu, lalu kemudian memanfaatkannya untuk kemenangan pemilu.

Training ini adalah training untuk membuka rahasia itu, membuka rahasia-rahasia kemenangan tertentu, tentang hal prinsip pada penekanan, pada Informasi, namun yang disampaikan simpel saja sebetulnya.
Dalam kata lain Menang kalah itu urusan orang atau urusan dalam dirinya, yang pasti menang itu enggak ada urusan sama orang lain, itu urusan pribadinya itu yang utamanya.

Baca juga:  Ditpolairud Polda Sumut Patroli Kamtibmas di Seputar Perairan Belawan

Sebab urusan dengan dirinya sendiri itu harus didahulukan dan menjadi penting yang harus ditunjukan pada kedudukan perkaranya.

Kenapa..? karena Orang beranggapan kenapa dia kalah, karena dia lebih tua, karena dia lebih hebat, karena dia lebih jago, dan macam-macam lainnya, itu kan setelahnya…? alasan-alasan yang sebetulnya dari awalnya sudah kalah, selebihnya itu kan hanya pembenaran saja.

Sekarang kita balik, yang membuat dia kalah atau gagal itu kan bukan karena sesuatu di luaran sana..? tapi sesuatu yang ada di dalam dalam dirinya, yang bisa digunakan dalam dirinya, lah dengan hal tersebut Kita masukan informasi ke arah itu, karena kekuatan itu akan membuka rahasia-rahasia kemenangan atau kegagalan terus menerus.

Apakah hal ini menyangkut tentang bagaimana cara berkomunikasi atau bagaimana cara berpikir…?
Iya ! dan segalanya, tapi Komunikasi itu bagian kecil saja dari itu (part of).

Soal komunikasi kan ada sesuatu yang harus diselesaikan dalam dirinya, contoh misalnya kita keluar rumah sebagai Caleg, tiba-tiba keluar rumah Kok depan rumah kita ada baliho orang lain dari calon lain dari partai lain, kita bisa memutuskan Pulang, lanjut atau biarkan saja?

Pertanyaannya apakah Anda memutuskan untuk terus keluar rumah, balik kerumah atau kerumahnya karena melihat baliho itu, yang sebenarnya keputusan Anda itu tidak ada hubungan dengan baliho itu, itu murni urusan dirinya sendiri dengan dirinya, kalau dia memutuskan Aduh… minder karena ada orang lain, mentalnya turun, dan kalau mentalnya turun memang dia adalah calon kalah. Itu contoh kecilnya.

Baca juga:  Silaturahmi Dengan Wartawan, Bupati Madina : Pers Elemen Penting Sosialisasikan Program Pemerintah

Untuk membangun prinsip motivasi menang, Kita biasanya Menjelang pemilu mengadakan training terbuka, tapi untuk sekarang belum, ini masih tertutup dan intern.

Yang pasti Biasanya menjelang Pemilu juga Kami membuka training Pemilu secara umum, tapi itu profesional ivent, dan materi pembelajarannya bagaimana membantu dan bisa bertarung, bisa menang dengan cara dia sendiri.

Kalau dia enggak mampu melakukan ya susah, mau menang kadang-kadang begini, pas Pemilu harus punya strategi hadirnya Ketokohan, Popularitas dan Logistik yang banyak.

Pertanyaannya? Kalau nggak Kita tidak punya dari tiga hal itu, lantas mau ngapain, tokoh juga bukan, populer juga nggak, logistik tidak ada.

Tapi karena anda jadi Caleg, anda terus dan Anda paksakan akan hal itu, sama saja bunuh diri, terlalu memaksakan diri.

Kenapa tidak pakai rumus yang kira-kira cocok dengan keadaan saat itu yang sesuai dengan kondisi pribadi.

Apakah ada rumus lain? berarti ada, itu jawabanya, ini jawaban solusi bagaimana Anda keluar dari lubang jarum yang sempit, tentu ada formula dan metodenya. Nah hal hal itulah yang diajarkan di training ini.

Kalau kita tarik kesimpulan dari apa yang saya sampaikan yang menjadi poin penting dan utama adalah, Jangan mengejar Kemenangan di luaran sana, karena kemenangan di dalam dirinya adalah sumber kemenangan terbesar.
Sebab bila kita mengejar kemenangan di luar dengan pengecekan angka dan berhitung menjumlah dan besok masih gagal atau kalah, dan mencari ke TPS menghitung kekuatan, itu semua Capek, sebab di dalam dirinya ada tanda, ada isyarot, Apakah anda bakal kalah atau gagal.
Dan bagaimana cara menemukan tanda isyaratnya atau rumusnya yang hanya dibuka di training ini.

Baca juga:  Pj. Bahri Lantik 29 Pejabat Eselon II

Ciptakan Indonesia yang bermartabat, yang berkualitas, memiliki derajat maka rumus lama dalam menang Pemilu menurut saya harus segera kita tinggalkan.
Rumus lama itu apa ketokohan, Popularitas dan Logistik yang cukup atau keuangan yang cukup.
Tapi kalau tidak memiliki tiga hal itu, anda pasti babak belur dan rumus itulah yang telah membuat mahalnya harga Demokrasi, jadi rumus itu sebaiknya tinggalkan.
Rumus itu yang justru tidak menciptakan Demokrasi damai tapi malah menaburkan benih-benih penyakit yaitu permusuhan, kapitalisasi demokrasi dan intervensi praktek politik, pragmatisme di elit politik, dan akibatnya adalah kecurangan, manipulasi agar menjadi bagian yang selalu menyatu.

Rumus yang lama itu tinggalkan saja pindah ke rumus yang baru, karena rumus rumus tiga X tadi tidak bisa diakses oleh semua orang dan hanya bisa diakses beberapa orang dengan Tokoh, Popularitas dan Logistik, dan itu hanya orang tertentu sekelompok orang saja, Pungkas Yanuar.
(Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *