Petani Desa Palambarae Keluhkan Sampah Kiriman Yang Menutup Saluran Irigasi

Petani Desa Palambarae Keluhkan Sampah Kiriman Yang Menutup Saluran Irigasi

Bulukumba, Gerbang Indonesia – Petani di Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, mengeluhkan sampah kiriman yang menutup saluran irigasi persawahan.

Imbasnya sejumlah saluran irigasi terkoneksi dengan sungai dipenuhi sampah. Sampah plastik, sampah kaleng dan kemasan makanan berasal dari permukiman warga menyumbat saluran irigasi.

Ketua Kelompok Tani Balole Tiga membersihkan areal persawahan miliknya dari sampah kiriman.

Salah seorang petani menuturkan, dia dan petani lainnya mengaku resah terkait tumpukan sampah yang acap kali muncul ketika petani di Desa Palambarae mendapatkan giliran pemakaian air dan jika usai hujan lebat

“Kami petani di Desa Palambarae itukan mendapatkan giliran pemakaian air pada hari jum’at hingga hari Senin, pada saat air pertama kali mengalir di setiap hari jum’at maka disitulah air mengalir membawa sampah, begitupun kalau sudah hujan lebat. Dan kami sangat resah dengan sampah kiriman ini,” ujar Ketua Kelompok Tani Balole Tiga, Ramli kepada media Gerbang Indonesia, Sabtu (18/6/2022).

Baca juga:  Penelitian Pasar Mendalam Di Palu Cemerlang

Ia menjelaskan, kiriman sampah sampah yang datang volumenya tidak menentu. Dan diduga sampah tersebut berasal dari limbah yang dihasilkan oleh masyarakat di Desa Bontonyeleng.

“Kadang juga banyak, tidak menentu. Tapi inikan sampah rumah tangga yang berasal dari warga di Desa Bontonyeleng yang sebagian warganya masih membuang sampahnya di sungai,” jelas Ramli.

Lanjut kata Ramli, areal persawahan miliknya kerap mendapat kiriman berbagai jenis sampah, dominan jenis yang sulit terurai meliputi plastik kemasan makanan, kaleng, botol. Sampah sulit terurai tersebut kerap harus dibersihkan hindari pencemaran pada areal persawahan dan sampah botol kaca bekas minuman yang pecah kerap membahayakan petani.

Baca juga:  Tak Kunjung Ada Perhatian Pemerintah, Warga Desa Bukit Tinggi Gotong Royong Bangun Jembatan

“Pecahan botol kaca dan plastik yang masuk ke areal persawahan akan sulit terurai selama puluhan tahun bahkan dalam jangka pendek membahayakan keselamatan semisal kaki menginjak pecahan botol berakibat luka serius,” kata Ramli menambahakan.

Ia berharap, masyarakat bisa diberikan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di sungai, dan berharap pemerintah dapat membantu dalam memberikan solusi permasalahan sampah ini.

“Kami bersama petani lainnya harus tiap hari membersihkan sampah yang menutupi irigasi persawahan kami. Semoga masyarakat diberi kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan apalagi di sungai dan semoga pemerintah bisa membantu dalam memberikan solusi permasalahan sampah ini,” ucapnya.

Baca juga:  Angkat Video Call Dari Orang Tak Dikenal, Warga Bulukumba Jadi Korban Penjahat Pamer Kelamin

Sementara itu, Andi Umar Siklan Kepala Desa Palambarae yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp membenarkan perihal sampah kiriman yang berasal dari Desa Bontonyeleng.

“Iye benar, sampah kiraman dari Desa Bontonyeleng,” ujarnyaI. Ia menerangkan, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Bontonyeleng terkait permasalahan tersebut

“Iye kami sudah koordinasikan sama Pak Desa Bontonyeleng agar menghimbau warganya tidak membuang sampah di sungai, juga agar membuat perdes tidak mmembuang sampah disungai karna ini kebiasan sebagian masyarakat bontonyeleng dari tahun ketahun,” Jelasnya (Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *