Stunting Kalau Dibiarkan Akan Menjadi Beban Negara, Karena Generasi Kedepan Menjadi Tidak Produktif

Stunting Kalau Dibiarkan Akan Menjadi Beban Negara, Karena Generasi Kedepan Menjadi Tidak Produktif

Pemalang | Gerbang Indonesia – Stunting masih menjadi masalah serius di Pemalang. Kondisi bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Indonesia.

Hal tersebut harus segera dientaskan, karena akan menghambat momentum Generasi
Emas Indonesia kedepan untuk tahun 2045. Masalah stunting penting untuk diselesaikan karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan anak dan pertumbuhan anak.

Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di usia 1000 hari pertama fase kehidupan yang
berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Karena pada prinsipnya mengalami kekurangan gizi menahun pada Bayi stunting akan tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita pada umurnya.

Stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu Stunting.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus percepatan angka penurunan Stunting terhadap anak di Kabupaten Pemalang, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkolaborasi dengan Pemkab Pemalang menggelar evaluasi dan rencana tindak lanjut RTL audit kasus stunting di tingkat kabupaten Pemalang. Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021.

Baca juga:  Tentang Masa Depan PSMS, Edy Rahmayadi Angkat Bicara

Hadir dalam kegiatan itu PLT Bupati Pemalang Mansyur Hidayat dan ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pemalang, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pemalang, Perwakilan kepala desa, kepala BKKBN dan segenap peserta undangan lainnya turut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan Evaluasi dan RTL audit kasus Stunting ini dilaksanakan di salah satu hotel di Pemalang pada Senin 14 November 2022.

Dalam kesempatan tersebut ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pemalang Santi Rosalia Mansur Hidayat menyampaikan bahwa dalam pencegahan kasus Stunting pihaknya akan berkolaborasi dengan para jajaran OPD kabupaten Pemalang serta dinas terkait dan elemen masyarakat.

Adapun program pencegahan diantaranya dengan cara memberikan tablet penambah darah untuk anak-anak, memberikan PMT di berbagai Posyandu dan juga memberikan edukasi edukasi ke masyarakat supaya anak-anak terbebas dari Stunting.

Baca juga:  Upaya Serius Diskominfo Dalam Mengatasi Blank Spot di Seluruh Penjuru Kabupaten Pemalang

Dalam pencegahannya bisa dimulai dari anak-anak usia dini, anak-anak remaja, calon
pengantin bahkan Sampai ibu hamil dan sampai melahirkan. Pungkas Santi Rosalia Mansur Hidayat.

Masih dalam kesempatan yang sama dr Yulies Nuraya selaku Kepala Dinas Kesehatan Pemalang menyampaikan, bahwa semula angka kasus Stunting di Kabupaten
Pemalang kurang lebih 8000, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini angka penurunan kasus stunting di Kabupaten Pemalang menurun hingga 6500 angka.

Penurunan ini berkat kerja keras semua pihak, dan selanjutnya Saya berharap dukungan dari semua elemen masyarakat, agar angka kasus Stunting di Kabupaten Pemalang sejak
tahunnya dapat terus menurun.

dr Yulies menambahkan bahwa menyelesaikan persoalan Stunting adalah PR kita bersama.
Presiden Jokowi sangat konsen dengan upaya pencegahan Stunting.

Karena stunting ini kalau dibiarkan, akan menjadi beban Negara, karena generasi anak-anak kedepan menjadi tidak Produktif.

Di kabupaten Pemalang kita memang berusaha dan berupaya agar kita bisa mencegah Stunting dengan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Pemalang.

Baca juga:  Keberhasilan Vaksinasi di Desa Cibiyuk Kecamatan Ampelgading

Jadi kita semua berkolaborasi, bukan hanya angka kewajibannnya yang harus kita turunkan, tapi harus tetap di evaluasi setiap tahunnya.

Dengan adanya kegiatan Evaluasi Stunting hari ini diharapkan angka Stunting bisa turun.

Alhamdulillah dari angka awalnya 8.000 sekarang sudah 6.500-an, artinya angka bayi-bayi Stunting sudah mulai berkurang.

Dan selanjutnya yang penting kita bisa cerdaskan Generasi anak anak di Pemalang, dan itu memang harus kita kejar.

Remaja-remaja jangan menikah diusia dini, karena itu akan melahirkan bayi Stunting.

Kemudian asupan nutrisi gizi yang bagus pada remaja-remaja, terutama remaja putri itu penting supaya mereka tidak melahirkan bayi yang Stunting.

Semua elemen masyarakat harus bergerak tidak hanya dari Dinas kesehatan atau Dinas Sosial, tapi semua lapisan masyarakat, Organisasi profesi dan semuanya saja untuk ikut bergerak untuk menangani Stunting di kabupaten Pemalang. Pungkas dr. Yulies. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *