Wow Keren ! IRT Asal Desa Bontonyeleng Kembangkan Usaha Rumahan Kue Tradisional Beppa Putu, Orderan Sampai Ke Negeri Jiran Malaysia

Wow Keren ! IRT Asal Desa Bontonyeleng Kembangkan Usaha Rumahan Kue Tradisional Beppa Putu, Orderan Sampai Ke Negeri Jiran Malaysia

Bulukumba, Gerbang Indonesia – Saat ini tentunya tidaklah asing lagi jika wanita memiliki hobi memasak atau merambah bisnis kuliner.

Seperti halnya dengan sosok perempuan muda ini. Arnida, Ibu rumah tangga asal Pao Beccengnge, Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba yang saat ini mengembangkan usaha rumahan kue tradisional Beppa Putu khas Bugis.

Kue putu khas Bugis, kue putu lejja atau Kue satu (warna pink) dan kue putu pesse’

Perempuan yang akrab disapa Idha ini mengungkapkan, dirinya mulai menekuni usahanya sejak pertengahan tahun 2020 bersama almarhumah mertuanya. Ia pun mengakui, dirinya tidak memiliki hobi memasak atau membuat kue.

“Awalnya Saya memulai usaha ini bersama mertuaku waktu masih hidup sejak pertengahan tahun 2022, tapi bukankah orang yang hobi memasak atau membuat kue, awalnya suamikuji macinna makan kue putu jadi dibuatkanmi sama mertuaku, kucobaki juga ternyata enak,” ujar Idha dengan dialek khas Bugis Bulukumba, kepada media Gerbang Indonesia, Kamis (23/6/2022)

Baca juga:  Petani Desa Palambarae Keluhkan Sampah Kiriman Yang Menutup Saluran Irigasi

Dengan memanfaatkan akun media sosial miliknya, ia pun mulai mencoba memamerkan kue putu buatan mertuanya tersebut.

Sungguh diluar dugaannya ternyata permintaan pun membanjiri kolom komentarnya, apalagi kata dia kue putu adalah jenis kue tradisional yang mempunyai cita rasa yang enak yang berbahan utama beras ketan yang saat ini sudah jarang dijumpai.

Ia menyebutkan, ada dua jenis kue putu yang saat ini dia produksi yang banyak diminati pembeli, yaitu kue putu lejja atau kue satu dan kue putu pesse’.

Baca juga:  Ketua Baznas Sebut Bersama dengan Pemerintah Daerah Akan Bangun Icon Baru di Kabupaten Bulukumba

Lanjut kata dia, hingga saat ini ia sudah mempunyai reseller di beberapa Desa di Kabupaten Bulukumba ini, bahkan kata dia orderan sampai ke negeri Jiran Malaysia.

“Alhamdulillah kodong, adami juga resellerku di beberapa Desa, bahkan orderan sampai di negeri Malaysia, karna sudah beberapa TKI yang mau ke Malaysia juga pesan di resellerku untuk keluarganya yang disana,” katanya sembari tersenyum.

Dari hasil usahanya ini, kata dia menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dirinya bisa meraup keuntungan 4 hingga 5 juta, namun diluar dua momentum hari raya tersebut dirinya hanya bisa meraup keuntungan 2 hingga 3 juta perbulannya

Baca juga:  Peluang Investasi Bisnis Di Palu Sukses

Alhamdulillah, kalau menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha biasaji kudapat 4 sampai 5 juta, tapi kalau dibulan bulan yang lain kadangji kudapat 2 hingga 3 juta perbulannya, terangnya.

Melihat permintaan pasar yang semakin bagus, ia pun terdorong untuk memperluas lini usahanya dan berkeinginan untuk membuka toko sendiri, dia pun berharap dengan usahanya ini kedepannya bisa membuka lapangan kerja agar bisa membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di Desa.

Semoga lancar terus usahaku, dan semoga kedepannya bisa membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di desa dengan mempekerjakan orang orang dikampung nantinya, Aamiin, Aamiin yaa Rabbal aalamiin, ucapnya sembari berdo’a. (Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *