Intensitas Hujan Tinggi, Sungai Padang Meluap “Tebing Tinggi Kebanjiran”

Intensitas Hujan Tinggi, Sungai Padang Meluap “Tebing Tinggi Kebanjiran”

Reporter: Rudi Hartono

Medan | Gerbang Indonesia – Akibat dari intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur sekitar kabupaten Serdang Bedagai, mengakibatkan meluapnya sungai Padang yang berhulu di Serdang Bedagai. Hujan yang turun sejak pukul 11.00 wib hingga terpantau sampai jam 22.00 wib mengakibatkan tergenangnya perumahan penduduk Sampai sekitar 20 – 100 cm tingginya di dalam rumah warga.

Dari pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Tebing Tinggi pada hari Kamis 10/2/22 Sampai jam 22.00 wib menyatakan bahwa, akibat banjir yang disebabkan intensitas hujan mengakibatkan meluapnya sungai Padang. Sedikitnya 5 wilayah kecamatan dan 13 kelurahan di Tebing Tinggi dipastikan tergenang air.

Wilayah lokasi terdampak adalah sebagai berikut:

Baca juga:  Konferensi Kerja Kabupaten PGRI Pemalang Tahun Kedua Masa Bakti XXII

Kecamatan Rambutan yaitu Kelurahan Sri Padang, 90 KK dan Kelurahan Karya Jaya 3 KK.

Kecamatan Tebing Tinggi Kota yaitu Kelurahan Tebing Tinggi Lama 35 KK. Kelurahan Badak Bejuang 178 KK, Kelurahan Bandar Utama 180 KK, Kelurahan Mandailing 65 KK, Pasar Gambir 30 KK, dan Kelurahan Pasar Baru 5 KK.

Kecamatan Padang Hilir yaitu Kelurahan Satria 40 KK, Kelurahan Tambangan Hulu 20 KK.

Kecamatan Bajenis yaitu Kelurahan Bandar Sakti 185 KK, Kelurahan Brohol 40 KK.

Kecamatan Padang Hulu yaitu Kelurahan Pabatu 40 KK.

Total Objek yang terdampak 911 kepala keluarga.

Dalam hal penanganan banjir di Tebing Tinggi ini telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengurangi dampak banjir. Perangkat Kecamatan, Kelurahan, BPBD, Dinsos, Damkar, Satpol PP, TNI, dan Brimob, semua bekerjasama bahu membahu untuk penanganan dan penanggulangan berupa pertolongan dini yang dibutuhkan warga seperti melakukan evakuasi dan keperluan lainnya yang diperlukan dalam keadaan bencana kemanusiaan.

Baca juga:  Ketua DPR RI Puan Maharani Membuka Forum Governing Council

Tidak ketinggalan pula semua unsur OPD dan stakeholder juga ikut mendirikan posko-posko penanganan banjir, mendirikan dapur-dapur umum di kelurahan-kelurahan yan terdampak banjir. Dan yang terpenting memastikan saluran logistik untuk bantuan bagi warga yang terdampak, sampai di tangan penerima yaitu warga yang terdampak.

Kondisi sampai jam 22.00 wib yang terpantau di lapangan, masih tergenangnya air dan membanjiri wilayah kota Tebing Tinggi. Untuk sementara ini korban jiwa tidak ada laporan dari warga. Belum ada juga kerusakan yang berarti alias nihil.

Baca juga:  Tujuan Anies Menghadap Jokowi Adalah Untuk Berpamitan

Adapun kendala/hambatan yang mengakibatkan kurang efektifnya penanganan banjir ini karena beberapa hal yaitu, “Pertama : Terbatasnya personil dari BPDB sehingga terkendala dalam hal melakukan evakuasi secara cepat. kedua, kurangnya armada untuk mengangkat logistik dan peralatan.

Sementara itu, hasil pengamatan awak media, adapun yang dibutuhkan pada saat ini adalah penanganan yang terpadu yaitu penanganan secara berkala/periodik real time lokasi yang terdampak. Selain itu menghimbau warga yang terdampak agar tetap waspada serta tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi atau situasi yang berkembang. (RHO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *