Kelompok Nelayan Desa Idanotae Kec. Gunungsitoli Idanoi Sangat Kecewa Belum Terlaksana dengan Baik, 12 Unit Perahu Fiber Terkait Anggaran Dana Desa

Kelompok Nelayan Desa Idanotae Kec. Gunungsitoli Idanoi Sangat Kecewa Belum Terlaksana dengan Baik, 12 Unit Perahu Fiber Terkait Anggaran Dana Desa

Reporter: Fon Zeb

Gunungsitoli Nias | Gerbang Indonesia – Kelompok Penerima Perahu fiber Nelayan desa idanotae (Bantuan Langsung dari dana Desa) pada hari Senin tanggal 27 Desember tahun 2021 Kepala Desa One Darman Hura mengadakan pertemuan singkat dan mengundang kelompok nelayan penerima perahu fiber disetiap kelompok.

Kelompok tersebut terbagi dua kelompok yaitu Kelompok sepakat dan kelompok setia, yang masing – masing kelompok terdiri dari 9 orang dari kelompok setia, dan 7 orang dari kelompok sepakat. Kepala desa One Darman hura menyerahkan Perahu fiber kepada setiap kelompok, padahal masih belum selesai seratus persen,” ungkap salah satu ketua kelompok setia nelayan desa idanotae Gunungsitoli.

Disaat itu Kelompok penerima Nelayan terjadilah kekecewaan yang sangat merugikan terhadap kelompok nelayan yang ada di desa idanotae, bahkan terjadi perdebatan dan pengaduan, karna perahu fiber yang mereka terima tidak seratus persen siap disaat diserahkan , mulai dari bahannya bahkan peralatan lainnya.

Baca juga:  Tata Tertib dan Peraturan PWD Sah Ditetapkan

Salah satu warga desa idanotae Y jamasi di sampaikannya kepada awak media, rasa kekecewaan masyarakat idanotae khususnya kelopok nelayan yang ada di desa idanotae bahwa, “Kepala Desa idanotae termasuk salah satu penerima dari bagian perahu fiber yang bersumber dari anggaran dana desa, yang mestinya tidak layak diterimanya karena masih banyak anggota kelompok yang masih belum dapat sama sekali.
apakah pantas seorang kepala desa mendapatkannya ??, ucap ketua kelompok nelayan setia Y. Zamasi ( Sebagai pertanyaan). Sabtu 09/01/2022.

Lanjutnya Bahkan ada yang lebih layak mau menerima yang sudah termasuk kelompok tetapi tidak menerimanya sama sekali akibat kepala desa mementingkan diri sendiri dari pada anggota kelompok nelayan yang ada di desa idanotae. Sedangkan dana desa yang dianggarkan di perahu fiber itu berjumlah seratus empat puluh juta lebih atas pernyataan kepala desa kepada kami saat itu.

Baca juga:  Mengenang satu tahun wafatnya Ulama Kharismatik Banten Akan di Adakan Haul pertama

Apakah dari 12 unit perahu fiber yang sudah dibelanjakan oleh kepala desa dan bendahara desa layakkah anggaran dana desa yang lebih seratus empat puluh juta lebih dalam pembelanjaan bahan perahu fiber 12 unit yang mencapai harga sedemikian ucap Ketua kelompok setia.

Lanjut paparnya, “Dibalik itu kepala desa lagi menjanjikan kepada kelompok penerima perahu fiber bahwa nanti saat bekerja akan diberikan upah atau berupa gaji sebesar lima puluh ribu per orang tiap hari sampai selesai perahu fiber tersebut, ternyata Pada saat penutupan atau selesai perahu fiber yang kami kerjakan, kepala desa lupa Akan janji yang sudah dijanjikannya dan lari dari kenyataan tersebut. Kelompok nelayan sangat kesal karna sebagian mengeluarkan uang mereka sendiri membeli bahan dan peralatan perahu fiber tersebut dan belum di ganti kerugian kami saat pembuatan perahu fiber tersebut.

Baca juga:  Wakil Wali Kota Hadiri Halalbihalal majelis taklim Balai Wartawan Kota Depok

Harapan kelompok nelayan penerima perahu fiber kepada kepala desa One Darman Hura agar memperhatikan kembali dan mengundang kedua kelompok nelayan tersebut untuk menyelesaikan kembali dengan baik, dan menyelesaikan perahu fiber yang masih belum selesai.

Saat awak media mencoba konfirmasi kepada kepala desa idanotae melalui telepon selulernya tidak mau memberikan keterangan dengan jelas dan se akan mengelak saat awak media lanjut bertanya. Dengan jelas ungkap kepala desa kepada awak media,” saya lagi istrahat dan langsung tutup telepon selulernya. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *