Muslim Coin, Zakat Menggunakan Cryptocurrency

Muslim Coin, Zakat Menggunakan Cryptocurrency

Reporter: Grasberg Nahumarury

Gerbang Indonesia | Tangerang Selatan – Semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin berkembang, terutama pada bidang finansial. Beribu-ribu teknologi baru yang dikembangkan selalu mematokan pada proses pembayaran, yang dimulai dari pertukaran antar barang dengan barang, berganti menjadi emas, hingga pada masa sekarang kita menggunakan uang kertas yang semakin berevolusi ke dalam dunia digital.

Contoh yang bisa di jumpai pada pembayaran digital yaitu, paypall, alipay, ovo, dll. Bank centralpun tidak ingin ketinggalan hingga mengeluarkan pembayaran digital fersi mereka sendiri seperti Mobile Banking. Tetapi tidak berhenti disitu perkembangan transaksi jual beli masih berlanjut ke arah yang lebih dalam seperti yang kita ketahui yaitu Bitcoin ($BTC). Meski memiliki banyak pro dan kontra mau tidak mau hal ini tetap mendapat dukung dari khalayak banyak, tetapi yang menjadi permasalahannya baru-baru ini di negara kita Indonesia mata uang digital atau Crypto Curency di cap sebagai sesuatu yang haram oleh beberapa ulama dan atau pemuka agama karena di anggap tidak memiliki fisik yang bisa dipertanggungjawabkan.

Baca juga:  Royal Golden Eagle Berikan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat

Tetapi bagaimana jika peredaran uang digital seperti ini digunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu? Inilah yang ingin dilakukan oleh sebuah koin yang berdiri diatas kalimat syariah, sebuah koin yang bernama Muslim Coin atau $MUSC keuntungan dari koin ini digunakan untuk zakat. Seperti yang dijelaskan pada situs official mereka yaitu Keuangan islami bukanlah suatu hal yang baru. Pertama kali diperkenalkan di Duba pada tahun 1975, keuangan islami selalu menerapkan kebijakan yang baik selama tidak ada praktik yang dilarang agama seperti riba, ghahar, maisir.

Baca juga:  Produk Unggulan Tusuk Sate Sampang, Banyak Diminati di Luar Daerah Bahkan di Luar Negeri

Berdasarkan publikasi ilmiah oleh IMF, tahun 2020, volume pertukaran keuangan islami mencapi 4.000 juta dollar Amerika. Hal ini 2 kali lebih besar daripada kekayaan negara maju seperti Prancis dan sektor ini memiliki banyak potensi untuk berkembang.

1,8 juta umat bersatu dalam naungan kepercayaan yang sama. Tidak ada currency lain yang dapat meraih orang sebanyak itu pada saat yang bersamaan kecuali dollar Amerika.

Baca juga:  Ditunggu Warga, Kades Jayamulya beserta  LPM Realisasikan Bansos Rutilahu

“ Koin yang dibuat oleh umat, untuk umat, kepada umat “ papar Sharif pada laman resmi mereka. (Grasberg Nahumarury)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *