Putra Daerah Pemalang Ikut Hadir Dalam Kontestasi Caleg DPR RI dari PKS

Putra Daerah Pemalang Ikut Hadir Dalam Kontestasi Caleg DPR RI dari PKS

Pemalang, Gerbang Indonesia – Putra daerah DPR RI dari daerah Pemalang masih belum ada, tentu Pemalang membutuhkan Putra-putra daerahnya agar ikut dan muncul didalam kontestasi Pileg tahun 2024.

Sampai saat ini tidak ada satupun anggota DPR RI dari daerah Pemalang, dan tujuh Anggota DPR RI yang diluar dari daerah Pemalang, sekalipun membawa Dapil (kab Pemalang, kab Pekalongan, kota Pekalongan dan kab Batang).

Dalam kesempatan bersama awak media dr H Agus Gumawan Oesman menyampaikan bahwa Saya tergugah dan terpanggil untuk tampil ikut kontestasi Pileg Caleg DPR RI dari wilayah Pemalang. (Selasa 12 April 2022).

Saya melihat dengan kondisi kehidupan yang ada dengan notabe nomor dua termiskin setelah Brebes.
Jadi apapun resikonya ya saya positif dengan niat saya berangkat dari Partai Keadilan Sejahtera.

Saya punya niatan lurus dan ikhlas dan tidak ada hal-hal yang menyangkut pemikiran apapun kecuali ikut membangun Pemalang yang lebih baik lagi untuk ke depannya.

Saya melihat Pemalang itu memang DAK (Dana Alokasi Khusus) maupun Dana yang bersumber dari APBN rendah, karena itu maka sedapat mungkin mengambil kesempatan dari kemungkinan Alokasi dana dana dari pusat atau Jakarta.
Saya sedikit banyak bisa mengambil pengalaman dari kepemimpinan kakak saya waktu jadi Bupati (Alm Mahrus), jadi pengalaman yang baik akan saya implementasikan bila nanti saya diberi kepercayaan amanah menjadi Anggota DPR RI. Saya juga banyak mendengar dari pasien saya yang datang dan mereka mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah bahkan infrastruktur jalan di desa juga rusak parah, padahal desa tiap tahun mendapatkan alokasi Dana satu milyar, kenapa jalan jalan masih juga rusak.

Baca juga:  Perang di Era Sekarang Lebih Mengerikan dan Mengutamakan Kekuatan, Sehingga Kekuatan 'TRI MATRA' Sangatlah Penting

Apa pengawasannya yang kurang atau ada hal hal lainnya.
Dari situ Saya bisa mengambil pelajaran bagi kita semuanya.

Bila Pemimpin Pemimpin kita mulai dari bawah sampai keatas itu benar dan tegas maka Penegak hukum jadi segan, tapi bila pemimpin kita tidak benar dan tidak tegas maka akan mudah dimanfaatkan dan menjadi sasaran empuk oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
Perlu kita ketahui bersama bahwa PKS yang dalam hal ini di Kancah politik Nasional adalah sebagai Oposisi.

Baca juga:  DPC GWI Pemalang Kirimkan Karangan Bunga Kepada Polres Pemalang Sebagai Ucapan Terimakasih dan Apresiasi Atas Kinerja Dan Keberhasilannya Mengungkap Kasus Korupsi Desa Kalitorong

Ketika kita melihat kembali kondisi Pemalang dengan IPM urutan ke 34 dari 35 Kabupaten dan Kota se-jawa Tengah, dan juga dengan sebaran ATS (anak tidak sekolah) yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Pemalang, maka yang menjadi perhatian serius adalah tentang kesejahteraan para Guru honorer, sebab apapun kondisinya guru tidak bisa diganti dengan alat apapun, tapi kalau pekerjaan yang lain bisa contohnya loket pembayaran tol bisa diganti hanya dengan menggunakan kartu tol.

Saya juga kemarin baru berkunjung ke Ananda Aira anak Pemalang tepatnya dari desa kabunan yang Hafiz Al-Qur’an, Kami datang memberikan donasi dan juga bantuan, itu semua bentuk kepedulian kami, karena kita lihat dulu di kabunan itu notabennya daerah abangan tapi sekarang potensinya malah menjadi daerah hijau daerah agamis terbukti Ananda Aira bisa Hafiz Al-Qur’an.

Ayahnya yang seorang tukang roti dan ibunya seorang ustadzah dan Aira sempat dikenalkan buku juz ama sejak tiga tahun dan juga disekolah kan di pondok pesantren lokal di wilayah Pemalang.

Baca juga:  Sebagian Gula dan Karbohidrat yang Berlebihan Dikonsumsi, Akan Menjadi Lemak Tubuh yang Berujung Obesitas

Jadi saya rasa yang perlu diberi kesejahteraan bukan hanya Guru umum saja tapi juga para ustadz dan ustadzah ataupun guru ngaji juga perlu mendapat perhatian khusus perihal kesejahteraan untuk honornya.

Kedepannya Saya juga punya wacana agar Jawa Tengah bisa membangun Rumah Sakit Haji, Sebab di Indonesia yang ada hanya baru di wilayah tertentu dan Jawa Tengah belum ada, kalau Rumah sakit Haji ini bisa dibangun, nantinya para calon Haji yang akan melakukan Medical check up atau keperluan periksa kesehatan kelengkapan Haji dan Umroh bisa ke Rumah Sakit Haji tersebut.

Rumah Sakit Haji bisa juga disebut Rumah Sakit Islam, dan dari pembangunan Rumah sakit itu nanti bisa menarik tenaga kerja, mulai dari tenaga driverz tenaga pengamanan dan semua tenaga kerja dari mulai tenaga operasional sampai dengan dokter spesialis, semua itu bisa menyerap tenaga kerja yang tinggi di wilayah Jawa Tengah. Pungkas dr H Agus.
(Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *