Baru Seumur jagung dan Habiskan Anggaran Milyaran Rupiah, Lampu Penerangan Kota Aek Sigeaon Tarutung Sipaholon disinyalir Sarat Korupsi

Baru Seumur jagung dan Habiskan Anggaran Milyaran Rupiah, Lampu Penerangan Kota Aek Sigeaon Tarutung Sipaholon disinyalir Sarat Korupsi

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia – Proyek lampu penerangan Kota Aek Sigeaon Kabupaten Tapanuli Utara menuai pro dan kontra ditengah masyarakat. Ada yang memuji kehadiran lampu ada juga yang mengkritisi dan pujian masyarakat tertuju untuk menambah kecantikan Kota di malam hari, dan menambah daya tarik wisatawan. Namun ada pula yang menilai lampu Kota hanya menghabiskan anggaran ditengah prekonomian masyarakat masih serba sulit.

Sorotan masyarakat juga tidak terlepas dari kebiasaan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam pengadaan lampu Kota yang terkesan hanya sesaat dan hanya membuang Anggaran Daerah.

Sebut saja lampu penerangan Kota Aek Sigeaon dari Kecamatan Tarutung sampai Kecamatan Sipaholon kondisi lampu penerangan Kota yang telah menghabiskan anggaran milyaran rupiah itu hingga kini cahayanya sudah tidak ada lagi, puluhan lampu sudah tidak hidup, kini lampu penerangan Kota berubah menjadi lampu mati menjadi pajangan Kota.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan, pengadaan penerangan lampu Kota jangan hanya untuk kegiatan proyek sesaat, Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait harus juga memperhatikan perawatan secara berkelanjutan, sehingga tidak ada yang mubajir.

Baca juga:  Bendera Merah Putih Kondisinya Sudah Sangat Kusam dan Robek Berkibar di Kantor Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut

Adi Hutauruk salah seorang Warga, menyambut baik ada lampu penerangan Kota untuk menambah keindahan Kota. Namun ia berharap Pemerintah Daerah, harus memperhatikan perawatan, dan bukan hanya proyek sesaat.

Jika pekerjaan bagus, pasti lampu penerangan Kota seharusnya lampunya hidup sampai saat ini mengingat masih seumur jagung dan menambah semarak suasana taman, namun jangan hanya sesaat, lihat penerangan Kota Aek Sigeaon Disipaholon semua gelap gulita dan puluhan lampu padam dan ini sudah berlangsung dua bulan belum ada kepedulian Dinas terkait untuk memperbaikinya,” ujar Adi Hutauruk menyoroti keberadaan lampu-lampu Kota.

Baca juga:  Rapat Paripurna Internal DPRD Kabupaten Pemalang

Sejak tahun 2021 Pemkab Taput melalui Dinas terkait proyek penerangan lampu Kota diserahkan kepada CV. Biro Tehnik pembangunan diserahkan proyek ini dari Anggaran PEN THN 2021 mencapai milyaran rupiah.

Ketika awak Media menghubungi Tohom Silaban sebagai PPK proyek tersebut, Tohom menyebutkan itu masih perawatan Lae, nanti kita surati rekanan yg mengerjakannya,” ungkapnya singkat.

Banyaknya Anggaran Daerah yang sudah terkuras untuk proyek penerangan lampu Kota hendaknya menjadi catatan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara agar keberadaan lampu-lampu Kota lebih terawat dan tidak mubajir. (Ed)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *