Kabupaten Pekalongan Mendekati Angka 50% Target Vaksinasi

Kabupaten Pekalongan Mendekati Angka 50% Target Vaksinasi

Reporter: Eko B Art

Pekalongan | Gerbang Indonesia – Kami dari Media Gerbang Indonesia menemui Pimpinan Muspika Sragi dan juga dua Desa di Kecamatan yang berbeda secara maraton.

Yang pertama dari Desa Sukorejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, kami dari awak media Gerbang Indonesia menemui Bapak Sukirno Muhari selaku Kepala Desa tersebut,” Sabtu 20 November 2020.

Kepala Desa Sukorejo, Sukirno (foto: Eko B Art/GI)
Kepala Desa Sukorejo, Sukirno (foto: Eko B Art/GI)

Pak Sukirno memberikan keterangan bahwa perolehan target vaksin di Desanya sudah di angka 70%, semangat dan antusias warga yang belum tervaksin masih tinggi mengharapkan tentang diadakannya jadwal vaksin dari Desa ataupun Kecamatan.

Vaksin ini penting sekali, kaitanya dengan kesehatan dan tentunya akan menambah daya tahan tubuh, kami menginginkan bahwa kondisi pendemi ini bisa cepat selesai dan berlalu, makanya dalam setiap banyak kesempatan dimanapun kita menemui warga kita sampaikan, kita edukasi bahwa dengan melaksanakan vaksin daya tahan tubuhnya lebih kuat sehingga menambah imun tubuh kita, bila semua masyarakat imunnya kuat harapannya kita semua jadi sehat,” tuturnya.

Harapan saya di Kabupaten Pekalongan bisa secepatnya mencapai angka target vaksin sampai perolehan 50%, agar bisa cepat selesai dari PPKM level 3,” harapnya.

Masyarakat sekarang sudah lebih cerdas dengan melihat informasi tentang manfaat vaksin.

Yang terpenting jangan sungkan-sungkan mengingatkan tentang jadwal dan kegiatan vaksin bagi masyarakat Desa sekitar.

Baca juga:  Bupati Pemalang Hadiri Konferensi Kerja PGRI Periode Kedua Masa Bakti Ke XXII Tahun 2022

Kalaupun ada Pasien dengan resiko penyakit bawaan itu hal pengecualian yang penting bisa hadir, bisa diadakan cek secara klinis dan selanjutnya vaksinator dari tim Nakes yang memutuskan untuk di vaksin ataupun tidak.

Informasi kegiatan vaksin harus sampai kepada masyarakat, sampai ke lingkungan bahkan di warung-warung, di mana saja kita bisa menyampaikan informasi kegiatan vaksin massal.

Di balai desa Sukorejo ada banyak tanaman sayur seperti Terong, cabe, kembang kol, sawi dan aneka tanaman sayur lainnya, semua itu diperuntukkan buat warga, bila ingin mengambil atau meminta sayuran tersebut tinggal datang ke balai Desa, bila kebetulan sudah tidak ada petugas jaga, lambaikan saja tangan anda ke cctv, itu cukup membuktikan bahwa anda meminta dan diizinkan mengambil seperlunya sayur mayur di tempat tersebut,” tutup Pak Kirno.

Lain halnya di Desa Kalijambe Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kami dari Media Gerbang Indonesia menemui Bapak Muhammad Ikhwan selaku kepala desa Kalijambe kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan.

Kepala Desa Kalijambe, Nuhammad Ikhwan (foto: Eko B Art/GI)
Kepala Desa Kalijambe, Nuhammad Ikhwan (foto: Eko B Art/GI)

Dengan nada Ramah Pak Ikhwan memaparkan perolehan vaksin di Desa nya.

Perolehan target vaksin di Desa kami sudah dikisaran angka 80% untuk dosis pertama, dan kisaran 50% untuk vaksin dosis kedua.

Alhamdulillah berkat kerjasama dengan Puskesmas serta Pemerintah Desa dan Muspika juga Forkopimcam, kegiatan vaksin di Desa kami bisa mendapatkan hasil yang cukup baik.

Baca juga:  Kelurahan Tanjung Raja Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Umum

Bagaimanapun kondisinya awal-awal kita mengalami kesulitan mendorong masyarakat untuk vaksinasi, kami memberikan informasi penuh sesering mungkin dengan cara rolling pengeras suara kesemua penjuru gang-gang jalan Desa, setiap ada tahapan-tahapan kegiatan vaksin yang akan dilaksanakan di kantor Balai Desa. Kita selalu informasikan dengan masyarakat itu kuncinya,” tuturnya.

Itu artinya Pemerintah Desa harus aktif memberikan informasi jadwal vaksin dan Pemerintah Desa yang harus memberikan dorongan penuh untuk masyarakat agar melaksanakan kegiatan vaksin tersebut.

Beberapa kali pelaksanaan vaksin di laksanakan di Balai Desa Kalijambe.bDan untuk vaksin dosis kedua biasanya di Puskesmas Sragi Sektor Dua.

Peran penting kita sebagai Pemdes agar pesan informasi tentang kegiatan vaksin ini agar bisa berjalan sesuai harapan Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat.

Artinya dengan dilaksanakannya program vaksin ini, bagaimana kondisi kedepannya adalah untuk kemudahan bersama bagi seluruh warga.

Kerjasama yang baik dari semua steakholder supaya perolehan angka bisa mendekati 100%. Dengan harapan agar pelayanan disetiap kebutuhan surat menyurat yang membutuhkan kelengkapan surat sertifikat vaksin bisa mudah terlayani dan tidak sampai terjadi kesulitan di masyarakat,” tutupnya Pak Ikhwan.

Kami awak media Gerbang Indonesia juga mengkonfirmasi klarifikasi perolehan data vaksinasi massal di Kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan. Adalah Bapak Slamet selaku Sekcam Sragi.

Baca juga:  PLT Bupati Pemalang "Petani Harus Diedukasi Cara Menanam Padi Jenis Marienta Mentik Pangi Pedengan Yang Dikelola Dengan Menggunakan 100% Bahan Organik
Sekcam Sragi, Slamet (foto: Eko B Art/GI)
Sekcam Sragi, Slamet (foto: Eko B Art/GI)

Dari total perolehan data cakupan vaksin yang ada di Kecamatan Sragi, kami sudah mendapatkan perolehan target vaksin pada kisaran angka estimasi 67% sampai dengan 70%.

Kita dari tim Kecamatan Sragi, Puskesmas Sragi satu dan Puskesmas Sragi Dua, bekerjasama dengan Polsek dan Koramil juga segenap Pemdes di sekitar Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, melaksanakan vaksin langsung ke Desa-desa, jadi istilahnya mendekatkan kegiatan dilingkungan sekitar masyarakat, kalaupun misalkan masyarakat harus hadir ke Puskesmas bisa terkendala karena jauhnya jarak tempuh.

Artinya masyarakat bisa lebih dekat, lebih gampang langsung hadir ke desa lingkungan terdekat pada saat pelaksanaan Vaksin.

Dan ada juga beberapa kali kegiatan vaksin dilaksanakan mengambil lokasi di sekolah yang tidak melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka).

Untuk kedepannya sampai akhir tahun ini perolehan target di Kecamatan Sragi bisa full Insyaallah 100%.

Pesan dari saya terkait dengan vaksinasi massal ini “monggo masyarakat silahkan melaksanakan vaksin, dikarenakan selain untuk kita menjaga diri sendiri juga untuk masyarakat lain, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” tuturnya.

Patuhi Protokol Kesehatan, tetap harus dilaksanakan di samping kita harus sering sering cuci tangan, dan juga pakai masker. Saya rasa itu cara terbaik untuk kesehatan kita bersama. Tutup pak Slamet. (Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *