Keterlambatan dari Persoalan Pembangunan Air Baku Pulosari Adalah Faktor Non Teknis

Keterlambatan dari Persoalan Pembangunan Air Baku Pulosari Adalah Faktor Non Teknis

Pemalang | Gerbang Indonesia – Hasil dari pengerjaan proyek air baku di Pulosari yang nantinya akan diserahterimakan pengelolaannya kepada Pemerintah Daerah kabupaten dihentikan sementara sejak tanggal 17 November 2022.

Serah Terima Proyek pembangunan Air baku di Pulosari kabupaten Pemalang dalam hal ini adalah pengelolaannya bukan asetnya, karena aset merupakan milik pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Heri Fitmantio selaku PLT DPUTR kabupaten Pemalang di kantor tugasnya.

Heri Fitmantio selaku PLT DPUTR kabupaten Pemalang
Heri Fitmantio selaku PLT DPUTR kabupaten Pemalang

Lebih lanjut Heri Fitmantio menambahkan bahwa hasil dari rapat koordinasi tentang penyelesaian pekerjaan pembangunan jaringan air baku Pulosari yang berlangsung di ruang kedung Ombo gedung A BBWS Pemali Juana pada 2 Desember 2022, bahwa proyek pembangunan ini dilanjutkan dengan pengerjaan secara paralel, dan yang dilakukan sekarang adalah aspek opname total anggaran dari pekerjaan yang tersisa.

Baca juga:  Pengelolaan Rantai Pasokan Di Palu 2023

Kita belum bisa pastikan, sementara waktu kita hitung dulu berapa sih anggaran dari pemasangan pipa sepanjang 600 meter, karena nantinya anggaran akan dibebankan kepada pemerintah Kabupaten Pemalang.

Sebab dari anggaran yang tersisa itu dikembalikan lagi ke pusat, karena sisa anggaran itu belum terserap.

Melihat fakta yang terjadi di lapangan, kita akan mengambil langkah-langkah komunikasi yang lebih efektif.

Pemberhentian dan kelanjutan dari pembangunan air baku Pulosari sedang menunggu kepastian dari AMDAL yang belum turun.

Karena target pembangunanya seharusnya segera selesai pada akhir tahun ini.

Menurut hemat saya, kedepannya komunikasi antara pusat dengan daerah, daerah dengan Provinsi, dan juga Provinsi dengan pusat perlu dibangun secara efektif, itu kesimpulan saya. Pungkas Heri Fitmantio.

Baca juga:  Proyek Jalan Provinsi 40 Miliar Molor, Oknum Pejabat Pembuat Komitmen, UPT PJJ Jember Disinyalir Alergi Wartawan

Selanjutnya dalam kesempatan yang berbeda Sujarwo SE MM selaku kepala Bappeda kabupaten Pemalang pada hari Rabu 21 Desember 2022 di kantor tugasnya, juga turut menyampaikan bahwa “Selanjutnya tentang program pembangunan air baku Pulosari yang pengerjaannya sudah mencapai 91%, tapi karena kendala non teknis yang terjadi di lapangan, maka diberhentikan sejak tanggal 17 November 2022.

Sujarwo SE MM kepala Bappeda kabupaten Pemalang
Sujarwo SE MM kepala Bappeda kabupaten Pemalang

Kemudian kedepannya sisa pekerjaan yang 9% tersebut nanti menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten Pemalang bersama dengan BBWS, artinya bukan hanya pemerintah daerah saja.

Kelanjutan dari rencana selesainya pembangunan ini estimasinya dalam waktu dekat, karena apapun kalau terlalu lama nanti aset yang sudah dipasang bisa jadi rusak.

Minimal pada triwulan pertama atau maksimal di triwulan kedua akan selesai dikerjakan.

Baca juga:  Sinergi BUMN, Pertamina Lubricants Pasok Pelumas Ke PLN

Keterlambatan dari persoalan pembangunan air baku Pulosari adalah faktor non Teknis.
Jadi yang perlu kita harus lakukan adalah lebih intens membangun komunikasi dengan masyarakat setempat.

Dalam hal ini kepada masyarakat, Kami mohon maaf yang sebesar besarnya atas hal tersebut.

Apapun itu di dalam setiap kita punya rencana, ternyata Tuhan yang menentukan, dan barangkali kendala ini karena itu atas kehendak dari Allah, tapi kita yakin, kita tetap berusaha maksimal (dalam hal ini) Pemerintah daerah bersama dengan BBWS untuk bisa menyelesaikan program pembangunan ini, sehingga kebutuhan akses air bersih untuk masyarakat Kecamatan Pulosari khususnya Desa Batursari dan sekitarnya bisa tercukupi. Pungkas Sujarwo. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *