Ketua DPR RI Puan Maharani Membuka Forum Governing Council

Ketua DPR RI Puan Maharani Membuka Forum Governing Council

Bali, Gerbang Indonesia – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam sesi Governing Council pada rangkaian kegiatan Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144, di Nusa Dua, Bali, Senin, 21 Maret 2022.

“Di awal pertemuan ini, Kita akan mendengarkan serangkaian pidato pembuka sebagai pengantar pembahasan kita hingga tanggal 24 Maret 2022.
Pertemuan majelis IPU ke 144 ini diadakan pada saat dunia menghadapi berbagai krisis, virus terus bermutasi, ketegangan geo politik meningkat, pemanasan global belum dapat kita cegah.
Ketegangan geopolitik telah berdampak bagi Negara berkembang, harga minyak, bahan makanan dan barang-barang esensial mengalami kenaikan.

Hal ini menambah beratnya tantangan bersama yang kita hadapi, dari tantangan bersama yang kita hadapi, dari tantangan terhadap perdamaian, keamanan, demokrasi hingga menyelesaikan pandemi dan perubahan iklim.

Dunia harus berkontribusi mencari solusi memperkuat komitmen dan aksi untuk penyelesaiannya.

Hal ini memerlukan upaya bersama, kita harus membangun saling kepercayaan (Trust Building) jika kita ingin menciptakan Perdamaian.

Kita harus perkuat solidaritas Global Jika kita ingin menekan penyebaran virus, kita harus memperkuat kemitraan jika kita ingin menurunkan emisi di dunia.

Pada majelis IPU ke 144 ini, Kita diharapkan dapat menumbuhkan kembali tujuan IPU untuk memperkuat parlemen, untuk mempromosikan demokrasi, perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Tujuan pembentukan IPU Pada tahun 1889 yang ingin memperjuangkan perdamaian saat ini, ternyata masih relevan disaat perdamaian dan stabilitas dunia mengalami tantangan dan konflik masih berlangsung di berbagai belahan dunia.

Baca juga:  Ganjar Pranowo dan Puan Maharani Dampingi Presiden Dalam Acara Pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Stadion Manahan Solo

Perang yang terjadi di Ukraina, pencapaian kemerdekaan penuh Palestina, krisis demokrasi di Myanmar dan berbagai konflik lainnya, menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya keras menuju perdamaian abadi.

Kita harus memperjuangkan dan merawat perdamaian. Kita harus melakukan upaya diplomasi preventif untuk menghindari terjadinya perang dan konflik.

Karenanya majelis IPU ke 144 harus menjadi momentum bersama bagi parlemen untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan Global.

Kita harus selalu membangun kebiasaan berdialog dan selalu mengutamakan diplomasi, semua negara harus mematuhi hukum internasional, piagam PBB dan menghormati integritas teritori suatu negara.

Terkait demokrasi yang mengalami tantangan saat pandemi, Kita harus menunjukkan bahwa parlemen sebagai penjaga atau Guardian demokrasi dapat memperkuat resilensi demokrasi.

Demokrasi yang menjamin kebebasan hak asasi manusia dan Governens. demokrasi yang deliver membantu mengakhiri pandemi menurunkan kemiskinan dan ketimpangan.

Demokrasi juga berperan menjaga perdamaian, akan sulit bagi negara demokrasi untuk memulai perang.
Hal ini karena adanya cek and balance sehingga tidak ada kekuasaan Absolut pada pemerintah.

Untuk mengakhiri Pandemi juga perlu tetap menjadi perhatian kita semua, diharapkan parlemen dapat mengakselerasi pemerataan vaksin didunia dan membantu produksi vaksin di negara berkembang, kita juga harus memperkuat arsitektur Kesehatan Global untuk mencegah dan tanggap terhadap ancaman pandemi di masa depan.

Pandemi telah meninggalkan dampak sosial yang besar berupa meningkatnya kemiskinan Global lebih dari 120 juta orang, Ketimpangan dan mall nutrisi, hal ini akan mempengaruhi pencapaian sistemnable development gold, sehingga dalam melakukan pemulihan Global kita Tidak cukup hanya menekankan kepada agenda pemulihan kesehatan dan ekonomi.

Baca juga:  Serap Aspirasi Masyarakat, DPC PDI Perjuangan Menggelar acara Kegiatan Buka Puasa Bersama Anggota DPR RI Dapil X

Kita harus mendorong agar agenda pemulihan sosial, seperti kemiskinan dan ketimpangan juga mendapat dukungan dari masyarakat internasional.

Terkait Isyu Perempuan dan kalangan muda, kita harus terus mengupayakan peningkatan partisipasi perempuan dan kalangan muda dalam pengambilan keputusan diberbagai badan publik, Selain itu perlu juga memperkuat komitmen mengurangi dampak negatif dari perang, pandemi dan perubahan iklim bagi perempuan.

Perempuan mencakup 80% dari displace person yang terdampak dari perubahan Iklim.

Perempuan dan anak perempuan adalah yang paling rawan dalam situasi konflik.

Dalam majelis IPU ke-144 ini “Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change” memberi kesempatan bagi parlemen untuk berada di garda depan dalam mencapai Zero Emision, parlemen perlu berperan dalam memobilisasi aksi nyata mengatasi perubahan Iklim, dan Parlemen juga dituntut untuk Lead By Example dalam menjalankan program kerja yang ramah lingkungan.

Perubahan Iklim merupakan krisis eksistensi planet Bumi, pemanasan Bumi telah terjadi lebih cepat dari masa masa sebelumnya, saat ini Bumi sudah lebih panas 1,1 derajat Celcius dibandingkan awal abad lalu, jika emisi dunia tidak berkurang 7,6% pertahunnya dari tahun 2020 hingga tahun 2030
maka dunia tidak akan mencapai target pemanasan Bumi 1,5 hingga 2 derajat Celcius.

Baca juga:  KL LazisMu Medan Marelan Berbagi Paket Sembako Kolaborasi BKM Masjid AR-Ridha

Karenanya kita perlu memobilisasi aksi mitigasi dan adapatasi perubahan iklim.

Kita harus merealisasikan komitmen pembiayaan perubahan iklim sebesar 100 milyar US Dollar per tahun dan Kita harus mendukung transisi energi bersih dengan transfer teknologi dan investasi.

Untuk mencapai hal tersebut di atas pada pertemuan IPU ke 144 ini dapat menekankan kepada,
– pertama : Perlunya memperkuat kemitraan global dan multilateralisme dalam menyelesaikan berbagai permasalahan Global.
– kedua : Perlunya mengubah Komitmen pada berbagai kesepakatan internasional menjadi aksi nyata di dalam Negeri.
– ketiga : Perlunya membangun culture of discuss berupa penyelesaian masalah dengan dialog dan toleransi dan meninggalkan kekerasan.
– keempat : Perlunya parlemen berperan aktif menjembatani perbedaan antar negara dan berupaya membangun saling kepercayaan.

Sebagai penutup Saya ingin menegaskan Komitmen untuk memimpin majelis IPU ke144 ini secara transparan dan inklusif, saya juga mengharapkan dukungan dari rekan rekan sekalian, sehingga pertemuan ini dapat berlangsung lancar dan produktif.

Saya percaya bahwa bersama kita dapat berkontribusi dalam mengatasi berbagai tantangan Global.

Mari kita tunjukan bahwa parlemen dapat memberi contoh dalam memperkuat solidaritas global.

Mari kita tunjukan bahwa parlemen menempuh jalan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.

Mari kita Tunjukan bahwa parlemen dapat berkontribusi mewujudkan dunia yang lebih aman adil dan sejahtera.
Thank you, Terimakasih.
Pungkas Puan Maharani.
(Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *