Program Kegiatan Desa Bodeh, Inovasi Kreatif Berbasis Pemberdayaan Lingkungan Hidup

Program Kegiatan Desa Bodeh, Inovasi Kreatif Berbasis Pemberdayaan Lingkungan Hidup

Reporter: Eko B Art

Pemalang | Gerbang Indonesia – Lahan hamparan luas sepanjang lintasan Jalan Raya Desa Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang. Dan sepanjang lahan luas tersebut juga ada jalur drainase tersier untuk aliran jalur air pertanian untuk lahan Persawahan Desa Bodeh.

Keterangan foto: Semangat Antusias Kerja bakti gotong royong guyub rukun mendukung program inovasi desa berbasis lingkungan hidup
Keterangan foto: Semangat Antusias Kerja bakti gotong royong guyub rukun mendukung program inovasi desa berbasis lingkungan hidup

Tampak beberapa warga, Perangkat Desa dan juga Kepala Desa Bodeh turut hadir dalam kegiatan Tersebut. Kami dari media Gerbang Indonesia menemui Bapak Akhmad Subekhi selaku Kepala desa Bodeh, untuk mengklarifikasi kegiatan pada hari ini yang sedang berlangsung di lokasi tersebut, Minggu 19 Desember 2021.

Dengan Nada Ramah dan penuh Keakraban Pak Akhmad memberikan informasi perihal kegiatan ini.

Kegiatan yang sedang berlangsung hari ini yang kebetulan berada di lintas jalan desa Bodeh, adalah bentuk pemberdayaan lingkungan hidup dan inovasi desa yang baru bergulir, sebagai langkah awal terbaik bentuk kegiatan hari ini, adalah dengan prinsip kebersamaan dan gotong royong, sebenarnya bukan hanya hari ini, dari beberapa hari kemarin kegiatan ini sudah berlangsung dan kita laksananakan, mulai dari bersih-bersih tersier (aliran air), membersihkan rumput, perawatan pohon pohon di sekitar lokasi, juga normalisasi aliran tersier sepanjang lintasan area tersebut.

Dengan mengacu pada program dinas Provinsi yang kebetulan di Tahun Anggaran 2022-2023 provinsi Jawa Tengah menggulirkan program, yaitu program rehabilitasi atau Rehab Bendung Kaliwadas, yang secara kebetulan aliran air kaliwadas tersebut mengalir sampai desa Bodeh, dan desa bodeh adalah wilayah yang terakhir yang menikmati aliran Bendung kaliwadas, selanjutnya berkaitan dengan itu, karena memang Desa bodeh itu tidak dapat/tidak ada program untuk rehat tersier, akhirnya kami dan warga masyarakat petani spontanitas melaksanakan kegiatan kerja bakti ini untuk menyambut kedatangan Air yang melimpah, yang diperkirakan akan mulai dialirkan pada awal bulan januari tahun 2022.

Baca juga:  cara daftar kuliah di Depok kreatif

Karena secara khusus air yang melintasi jalur tersier aliran sawah, pada beberapa tahun terakhir, warga kami belum bisa menikmati aliran dari Bendung Kaliwadas, mudah-mudahan untuk tahun ini bisa kita nikmati dan kita memanfaatkan dengan berbagai keperluan pengairan sawah di daerah lahan desa Bodeh. Semoga saja pemanfaatan air ini bisa sepenuhnya, ataupun paling tidak 50% sampai 60% bisa kita manfaatkan untuk kepentingan disekitar lahan tersebut.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Provinsi yang telah merawat dan membangun Bendung kaliwadas, Kemudian untuk petani dan khususnya Masyarakat desa Bodeh, Kami harapkan, ayo mulai sekarang kita galakkan kegiatan gotong royong sebagai nilai esensi nilai kebaikan untuk bersama, jangan menilai suatu hal kegiatan kebersamaan ini dengan penilaian materi, tapi alangkah baiknya kita nilai dari sifat kegotong royongan dan guyub rukun menjadi sesuatu yang indah agar terjalin kebersamaan dalam upaya saling mendukung program keberlanjutan demi desa Bodeh agar lebih maju dan lebih baik.

Baca juga:  Minggu Ketiga di Bulan November Sukses Perolehan Vaksinasi Massal, Desa Kauman dan Desa Losari Sukses Perolehan 80% Tercapai

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada segenap warga masyarakat Bodeh yang sudah bersemangat antusias bersama dalam upaya dukungan bersama dalam program kegiatan ini. Pungkas Pak Akhmad dalam wawancara kami.

Selanjutnya kami dari Media Gerbang Indonesia juga mewawancarai dari salah satu yang hadir dalam kegiatan tersebut” Adalah Bapak Toad selaku ketua kelompok Tani Darma tirta desa Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang.

Foto: Bapak Toad ketua kelompok tani darma tirta Desa Bodeh
Foto: Bapak Toad ketua kelompok tani darma tirta Desa Bodeh

Beliau mengatakan. Bahwa program kegiatan kerja bakti ini sebagai langkah Inovasi bersama mendukung program pembangunan desa Bodeh, dan dengan normalisasi aliran tersier ini nantinya kita isi benih ikan, untuk peternakan ikan, tapi hanya sebagian saja, dan sebagian lagi untuk jalur air persawahan. Dan pemanfaatan lahan yang lainnya tersebut nanti digunakan untuk warung-warung terbuka, dan juga taman terbuka.

Kami sebagai warga masyarakat termasuk kelompok kelompok tani, kami akan terus mendukung penuh dengan program program seperti ini.

Dengan harapan realisasi program ini yang direncanakan bersama sama bisa mulai berjalan awal tahun ini.

Dan sepertinya awal tahun 2022 sudah mulai pengisian benih ikan, dan pemberdayaan lahan sekitar termasuk pembuatan tempat-tempat untuk istirahat.

Baca juga:  Mengharukan, Kedatangan Jeriko Disambut Ribuan Simpatisan, Bagaikan Pahlawan yang Baru Pulang dari Medan Perang

Dan bisa jadi kedepannya akan ada penanaman beberapa jenis pohon untuk memenuhi kebutuhan pembuatan taman terbuka, mulai dari penanaman jenis ragam macam bunga bunga, dan pohon pelengkap lainnya.

Saya pikir program ini juga menunjang program dari pertanian desa Bodeh.
Sebab beberapa tahun terakhir lahan ini hanya bisa di tanami jagung dan kedepannya agar bisa ditanami Padi, agar potensi pertanian jenis padi di desa ini bisa lebih berkembang lagi dan lebih baik lagi.

Kami sebagai masyarakat dan kelompok Tani mendukung program ini, mudah mudahan menjadi langkah awal terbaik menuju potensi pertanian di desa Bodeh. Pungkas Pak Toad.

Selanjutnya wawancara bergeser kepada perangkat desa Bodeh, adalah Bapak Kunoto selaku perangkat desa yang barus saja terlantik belum lama ini.

Bapak Kunoto perangkat Desa Bodeh
Bapak Kunoto perangkat Desa Bodeh

Pak kunoto menambahkan, bahwa kegiatan ini adalah ” kerja bakti Resik resik Sier” (kerja bakti bersih bersih aliran tersier).kegiatan hari ini mudah maudah bisa saling membangun kerja sama yang baik dari semua elemen masyarakat mulai dari Pemdes, perangkat desa, masyarakat desa, para petani dan buat semuanya saja, sebab hal terbaik dalam kehidupan bermasyarakat adalah menjalin kerukunan bersama. Pungkas pak Kunoto dalam wawancara singkat dengan media Gerbang Indonesia. (Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *