Andi Soraya Widiyasari Mengutuk Keras Pelaku Kekerasan Seksual di Bulukumba

Andi Soraya Widiyasari Mengutuk Keras Pelaku Kekerasan Seksual di Bulukumba

Reporter: Wahyudi

Bulukumba | Gerbang Indonesia – Andi Soraya Widiyasari, S,IP Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari partai PKB yang sebelumnya terpilih melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Gantarang-Kindang ini mengutuk keras pelaku kekerasan seksual di Bulukumba.

Pasalnya belum selesai kasus pencabulan seorang ayah terhadap anak kandungnya di Desa Garuntungan, kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba muncul lagi vidio pada media sosial yang dilakukan oleh Eril Cikas salah seorang pedagang gorengan di Bulukumba dimana menurutnya dalam vidio tersebut menduga adanya ungkapan Sexual Harrassment atau lebih dikenal dengan pelecehan seksual.

Baca juga:  Diduga Pergantian P2UKD Desa Talang Dukun dan Sungai Pinang Lagati Kangkangi SK Gubernur Sumatera Selatan

Melalui akun facebook miliknya legislator yang identik dengan kaca mata dan fashion syar’i ini mengajak kepada masyarakat ikut andil dalam gerakan,#saynotosexualharrassment atau katakan tidak pada pelecehan seksual.

A.Soraya Widiyasari Kepada media Gerbang Indonesia mengungkapkan dirinya mengutuk dan tidak terima adanya kekerasa seksual di Bulukumba.

“Terkutuk ini bapak,saya tidak terima ada yang seperti ini di Bulukumba, Pemerintah bersama Kepolisian harus menindaki ini masalah”. Ujarnya , Kamis (16/12/2021).

Baca juga:  Pemda, Kecamatan, Desa serta Kepolisian diMinta Dewan Berantas Prostitusi di Kabupaten Bogor

Ia menambahkan, “saya mau ada perda di Bulukumba yang dapat mengatur hukum secara syari’ah Islam hal-hal yg seperti ini”. Terangnya.

Dirinya juga berharap semoga Hukum di Kabupaten Bulukumba bisa menindak tegas pelaku-pelaku pencabulan, penganiayaan, pelecehan terhadap perempuan.

“Semoga Hukum di Kabupaten Bulukumba bisa menindak tegas pelaku-pelaku pencabulan, penganiayaan, pelecehan terhadap perempuan”, tutupnya. (Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *