Family Gathering Himpaudi Jakarta Pusat Dalam City Tour Sumatera Barat

Family Gathering Himpaudi Jakarta Pusat Dalam City Tour Sumatera Barat

Jakarta | Gerbang Indonesia – Himpaudi Jakarta Pusat adakan kegiatan Family Gathering dipenghujung tahun 2022 dalam kunjungan Wisata ke beberapa tempat di Sumatera barat, disamping untuk penyegaran ( refreshing ) juga untuk meningkatkan tali silaturahmi agar keharmonisan terjalin lebih erat lagi.

Peserta Family Gathering berjumlah 30 orang merupakan Sebagian besar Pengurus Daerah ( PD ) Himpaudi Jakarta Pusat dengan ketua nya Erni Lisnawati Spd.MM dan wakilnya Reni Elmawita SpdI dan beberapa pengurus Cabang tingkat Kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Pusat, serta turut serta Pengurus Wilayah provinsi DKI Jakarta yang diketuai oleh Hj. Suryani SpdI.MM dan jajarannya.

Dalam time schedule acara dimulai dari tanggal 25 Desember sampai dengan 31 Desember 2022 yang awal keberangkatan pada hari Minggu pagi bertepatan pada hari Natal dengan lokasi berkumpul di jalan Raya Kramat Senen Jakarta Pusat. Waktu perjalanan ditempuh dengan memakan waktu sekitar dua hari dengan kendaraan Bis Wisata.

Latar belakang Ngarai Sianok
Latar belakang Ngarai Sianok

Tujuan pertama dalam rangkaian Tour ini adalah kota Bukit Tinggi , dengan dipandu oleh bapak Soni Erizon Guade Lokal yang tergabung di Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI ) peserta yang tiba pada tanggal 27 Desember langsung menuju berapa Destinasi di kota Bukit tinggi diantaranya Ngarai Sianuk yang menurut bahasa masyarakat setempat berarti jurang yang sepi dan Jam Gadang yang menjadi ikon kota Bukit Tinggi.

Di area lokasi Ngarai Sianuk juga terdapat peninggalan sejarah yaitu terowongan peninggalan Jepang yang dahulu berfungsi untuk ruang pengintaian, ruang penjara dan ruang persenjataan serta amunisi untuk keperluan pada masa perang dunia kedua melawan sekutu Amerika, terowongan yang memiliki lebar 2 meter memanjang berkelok sejauh 1400 meter ini dahulu dibangun oleh ribuan tenaga kerja paksa atau Romusha dari berbagai wilayah Jawa dan Kalimantan, pemilihan tenaga kerja dari luar daerah Sumatera merupakan strategi Jepang untuk menjaga kerahasiaan terowongan ini.

Baca juga:  5 cafe terbaik di kota Jakarta Barat terkini

Wisata Destinasi berikutnya menuju alun-alun kota Bukit Tinggi yang mana terdapat Jam Gadang, kota yang berada pada ketinggian 930 meter di atas permukaan laut ini banyak menyimpan kenangan sejarah masa lampau karena pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ) Ketika Jogjakarta sebagai pusat pemerintahan RI jatuh ketangan Belanda dalam Agresi yang kedua pada masa perang kemerdekaan RI, yang sekarang kantor PDRI tersebut menjadi Gedung Musium Bung Hatta salah satu bapak Proklamator. Begitu juga Jam Gadang dengan ketinggian 30 meter yang berdiri di tengah kota Bukit Tinggi dahulu merupakan hadiah pemberian dari Ratu Belanda Wilhelmina pada masa pemerintahan Kolonial. Kota Bukit Tinggi terbilang termasuk kota kecil sebagai mana penuturan Guade setempat bapak Soni. “ Kota Bukit Tinggi merupakan kota yang terbilang kecil karena hanya mencakup seluas 25 Km persegi saja “. Tuturnya.

Lembah Harau di kabupaten Lima Puluh Kota 47 KM dari kota Bukit Tinggi tujuan selanjutnya dari rangkaian City Tour Himpaudi Jakarta Pusat, Lembah Harau merupakan lembah subur yang di apit oleh dinding curam dengan ketinggian 100 – 200 meter dengan pemandangan alam yang luar biasa eksotis, yang konon dari penjelasan pemandu wisata adalah bagian dari palung laut pada masa purba berdasarkan penelitian yang menjelaskan bukti kehidupan dasar laut yang masih tertinggal jenis fosil kerang yang menempel pada dinding curam tersebut, hal ini juga didukung dengan banyaknya endapan yang ditemukan secara teoritis daerah ini merupakan lautan disamping adanya jenis batuan breksi yaitu jenis batuan yang umumnya berada didasar laut. Dilembah harau ini juga terdapat berapa tempat wisata seperti air terjun, tempat renang hingga wisata Harau Dream Park. Lembah harau juga mendapat julukan Lembah Yosimite karena mengingatkan pada keindahan Taman Nasional Yosimite di Sierra Nevada California, sehingga Lembah Harau menjadi salah satu lembah terindah di Indonesia.

Baca juga:  Selama Libur Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Setiap Harinya Ribuan Pengunjung Datang Untuk Menikmati Pesona Keindahan Objek Wisata Pantai Widuri

Pada hari yang sama perjalanan rombongan berlanjut ke Istana Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar. Istana Pagaruyung yang dahulu merupakan tempat tinggal keluarga Kerajaan Pagaruyung pada masa kini layaknya Lorong waktu yang mampu menyajikan nuansah jaman dahulu tepat nya pada masa kejayaan Kerajaan Pagaruyung.

Jam Gadang ikon kota Bukit Tinggi
Jam Gadang ikon kota Bukit Tinggi

Para pengunjung atau wisatawan yang datang dapat menyaksikan jejak sejarah pada masa lampau, karena pengunjung dapat menyewa pakaian adat Minang selama berada di objek wisata ini bak seperti keluarga Kerajaan Pagaruyung terdahulu untuk dapat di abadikan dalam bentuk foto. Perlu diketahui bangunan Istana Pagaruyung ini banyak mengalami pasang surut, artinya Istana Pagaruyung saat ini bukanlah Istana Pagaruyung aslinya, karena berapa kali mengalami peristiwa suram seperti pada masa Perang Paderi pada tahun 1804 Istana ini sempat hancur dibakar oleh Golongan Paderi yang berperang dengan Kerajaan Pagaruyung . Setelah bangunan Istana Kembali dibangun juga pernah terbakar juga pada tahun 1966 dan yang terakhir terbakar akibat samabaran petir, hingga saat ini setelah dipugar menjadi Replika Istana Pagaruyung yang tujuannya untuk menjadi pemantik kebangkitan serta kebanggaan masyarakat Minang terhadap tradisi dan budayanya.

Baca juga:  Gelar Acara Famgath, H.Imam Musanto Tingkatkan Semangat Profesionalitas Kaderisasi IMC Dalam Mengawal Aspirasi Masyarakat

Pada hari berikutnya rombongan perjalanan wisata pada tangal 28 Desember berlanjut ke lokasi Wisata Pantai Air Manis, dalam perjalanan melewati kota tua Padang Kawasan Pecinan suatu daerah yang menjadi tempat berkumpulnya para imigran warga Tiongkok pada jaman dulu, begitu juga ada Kawasan kampung Nias karena pada masa colonial Belanda banyak di datang kan orang-orang dari pulau Nias yang dipekerjakan sebagai buruh atau karyawan Pelabuhan yang memang pada waktu itu daerah ini sebagai pusat perekonomian dan perdagangan. Di kawasan kota tua ini yang dilewati oleh sungai yang cukup besar terdapat juga taman dengan ikon jembatan Siti Nurbaya yang di ambil dari nama salah satu tokoh dari kisah legenda masyarakat Minang.

Sesi akhir City Tour Family Gathering adalah Wisata Pantai Air Manis yang terdapat sebuah bongkahan batu yang menyerupai patung yang menggambarkan seorang laki-laki yang sedang sujud, patung tersebut dipercaya masyarakat setempat sebagai tokoh Malin Kundang pada cerita legenda masyarakat Sumatera barat yaitu kisah Malin Kundang, suatu cerita rakyat tentang anak yang durhaka kepada ibunya sedang memohon ampun. (Sugeng.P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *