Ini Arahan Kapolri yang disampaikan dalam Video Conference

Ini Arahan Kapolri yang disampaikan dalam Video Conference

Reporter: Arifin

NTT | Gerbang Indonesia – Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum dan para Pejabat Utama dilingkup Polda NTT, Ikuti Arahan Kapolri melalui sarana Video conference (Vicon), Selasa (19/10/2021).

Salah satu poin penting adalah agar semua tetap waspada dan siaga jangan lengah, meski situasi Pandemi Covid-19 sudah melandai. Hadir mendampingi Kapolda NTT, Wakapolda NTT Brigjen Pol Drs. Ama Kliment Dwikorjanto, M.Si dan Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Zulkifli, S.S.T., M.K., S.H., M.M serta diikuti oleh Para Kapolres jajaran dari masing-masing Polres.

Arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui Vicon ini terkait kesiapan jajaran menghadapi perkembangan situasi Kamtibmas.

Kapolri menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo kepada seluruh jajaran atas terkendalinya covid-19 di Indonesia.

“Secara umum bapak Presiden menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan atas kerja kerasnya dimana sesuai evaluasi kemarin, saat ini Indonesia nomor 1 di Asia Tenggara terendah kasus covid-19”, ujar Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Parabowo, M.Si.

Baca juga:  Bantuan Program Sembako Dapat di Cairkan Melalui Kantor Pos

“Ini tentunya menjadi tugas kita untuk tetap menegakkan aturan terkait dengan Protokol kesehatan (Prokes) dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan munculnya klaster baru”, tambahnya.

Dikatakannya, Pemerintah telah membuka izin bagi sejumlah negara kurang lebih sebanyak 19 negara untuk masuk ke Indonesia.

“Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua, di satu sisi kita harus mempersiapkan protokol kesehatan terkait dibuka kembalinya pintu-pintu masuk ke Indonesia”, kata Kapolri.

Lanjut dikatakannya, kedepan ada beberapa kegiatan besar yang akan dilaksanakan yakni, WSB di NTB pada November mendatang, dilanjutjan dengan beberapa kejuaraan Internasional di Bali dan kemudian di awal tahun akan dilaksanakan KTT G20.

“Ini merupakan bagian dari upaya Negara untuk memperlihatkan kepada dunia bahawa kita (Indonesia) telah mampu menangani covid-19 dan mempau menyelenggarakan event-event besar baik itu sifatnya Nasional maupun bersifat Internasional”, ungkap Kapolri.

Baca juga:  Kunker DPC LSM BAKORNAS Kabupaten Bogor Disambut Baik Oleh Camat Sukajaya Drs Rosidin, M.Si

“Namun semua itu tentunya bisa kita laksanakan apabila kita tetap melaksanakan upaya-upaya untuk tetap menjaga agar Covid ini betul-betul terkendali”, tambahnya.

Terkait hal itu, Kapolri pun meminta kepada seluruh jajaran untuk melakukan segala upaya penanganan covid-19 sesuai SOP dan melakukan pengawasan protokol kesehatan secara ketat.

“Disamping itu tentunya, mengejar target vaksinasi yang sampai saat ini tentunya kita harapkan bisa mencapai angka 70 persen di akahir tahun”, harapnya.

Pada kesempatan ini, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Parabowo, M.Si juga mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk tetap mengantisipasi perkembangan situasi Kamtibmas.

Menurutnya, seiring dengan menurunnya kasus covid-19 akan meningkatkan aktivitas masyarakat dengan demikian akan meningkat juga gangguan Kamtibmas.

Disampaikannya bahwa, salah satu yang perlu diantisipasi bersama kedepan ini adalah terkait rencana aksi unjuk rasa di tengah Pandemi dari berbagai elemen masyarakat.

Baca juga:  DPMPTSP OI Akan Tertibkan Pengusaha Nakal

“Lakukan upaya dan langkah antisipasi dalam rangka pengamanan Unras jangan sampai keliru dalam menentukan tahapan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian”, tegas Kapolri.

Kapolri katakan bahwa tingkat kepercayaan publik kepada Polri semakin meningkat yakni, dari 78,8 persen naik menjadi 82,3 persenen sesuai survei Alvara Reseacrch.

Sementara survei dari Charta Politika, Polri selalu menempati peringkat pertama sebagai lembaga penegakan hukum di Indonesia yang dianggap publik memiliki kinerja paling baik.

Terkait hal ini, Kapolri meminta kepada jajaran untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dapat membuat citra Polri buruk.

“Jangan sampai karena kasus pelanggaran-pelanggaran  kecil yang terjadi di wilayah membuat tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri yang sudah kita perjuangkan selama ini menurun terutama menjelang tanggal 20 Oktober peringatan 2 tahun Pemerintahan Jokowi/Ma’ruf Amin”, jelas Kapolri.

“Berbagai permasalahan ini harus segera kita tangani sampai selesai sehingga tidak menjadi isu yang dibawa juga saat Unras”, harapnya.(Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *