Launching JIDI (Jalal Institute For Development In Indonesia) Dengan Tema Pembangunan Manusia untuk Manusia

Launching JIDI (Jalal Institute For Development In Indonesia) Dengan Tema Pembangunan Manusia untuk Manusia

Pemalang, Gerbang Indonesia – Acara kegiatan launching JIDI (Jalal Institute
For Development in Indonesia) dengan tema pembangunan manusia untuk manusia, dihadiri dari beberapa Pimpinan Daerah lintas kota dan kabupaten, mulai dari Bupati Batang atau yang mewakili, Bupati Pekalongan atau yang mewakili, Walikota Pekalongan atau yang mewakili dan Bupati Pemalang yang dalam hal ini diwakili kepala Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kabupaten Pemalang, Forkopimda Kabupaten Pemalang, Forkopimcam Kecamatan Pemalang,
Lurah Mulyoharjo
Serta tamu undangan lainnya.
Acara berlangsung di Mulyoharjo Pemalang. Minggu 17 April 2022.

Dalam acara tersebut
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pemalang Bambang Haryono, SH.,M.Si hadir mewakili Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, S.T., M.Si yang berhalangan hadir dalam acara kegiatan tersebut karena ada kepentingan tugas.

Bambang Haryono menyampaikan dalam pesan sambutan bahwa” semoga dengan adanya Lauching JIDI (Jalal Institute For Development In Indonesia) ini dapat mengambil peran sebagai pusat inspirasi dan wadah rumah besar bersama bagi warga masyarakat Kabupaten Pemalang.

Saya ucapkan Selamat dan Sukses kepada ketua dan seluruh pengurus yayasan Jalal Institute for development Indonesia, dan warga masyarakat yang turut terlibat berjuang dalam membangun Yayasan Jalal Institute for development Indonesia.

Tentu harapannya dengan adanya yayasan ini, dapat berjalan bersama sama dalam mendukung terwujudnya Pemalang AMAN Adil Makmur Agamis dan Ngangeni.

Untuk itu Saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas usaha dan kerja keras Bapak dan Ibu semua yang telah mendukung JIDI.
Saya berharap JIDI bisa terus maju dan dikembangkan dengan baik, dan tentunya semoga Upaya Positif ini dicatat sebagai amal ibadah yang sangat berguna didalam kehidupan kita semua.

Jalal Institute for development Indonesia ini, dapat menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat dan jauh dari kata eksklusife, namun bisa lebih Inklusife dapat merangkul seluruh lapisan warga masyarakat yang ada dan bisa mencetak generasi yang unggul, agar dapat memberi manfaat bagi warga sekitar di masa yang akan datang.

Baca juga:  Mansur Hidayat Dinobatkan Sebagai Pembina BUMD terbaik 2023 di Ajang TOP BUMD Awards 2023

Selalu jaga kebersihan dimanapun tempat Anda agar selalu sehat, dan bagi warga yang belum mendapatkan vaksin agar secepatnya mendatangi gerai gerai vaksin di tempat-tempat yang sudah disediakan.
Terus dan teruslah membangun sumber daya manusia yang unggul. Pungkas Bambang Haryono dalam sesi pesan Sambutan.

Selanjutnya masih dalam kesempatan yang sama H. Jalal Abdul Nasir, Ak Pendiri/Ketua Dewan pembina JIDI Kabupaten Pemalang mengajak kepada semua yang hadir dalam acara tersebut, “Mari bersama-sama mensukseskan kegiatan kemanusiaan ini, sebab perkembangan dan kemajuan peradaban Indonesia yang semakin matang, tentunya masyarakat perlu wadah organisasi untuk menyalurkan aspirasi tentang kehidupan politik yang terbaik, serta pembangunan masyarakat Madani yang lahir sebagai gerakan perjuangan untuk mengisi perjuangan dan perubahan menuju Indonesia emas di tahun 2045.
Saya bersyukur sekali atas terlaksananya kegiatan Launching Jalal Institute
for Development in Indonesia (JIDI). Tema yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah “Pembangunan Manusia untuk Manusia”.
Saya berharap saudara
sekalian akan mendapatkan manfaat dari kegiatan kali ini, dan bisa bersama sama bergotong royong dalam pembanguan arah demokrasi yang lebih baik.
Di Amerika ada dua juta NGO/LSM pada tahun 2021.
Di China jumlah NGO/LSM mencapai 550.000 pada tahun 2020.
Dan untuk Indonesia jumlah NGO/LSM dan
organisasi masyarakat yang resmi tercatat di Kementerian Dalam Negeri ada sekitar 70.000 lebih organisasi.

JIDI sendiri, kedepannya kami akan berkomitmen terhadap beberapa
program unggulan yang sudah direncanakan, tentu Kembali pada orientasi JIDI dalam pembangunan manusia. Seperti dalam sektor Pendidikan maupun agama.
JIDI memiliki program unggulan yakni santri mendunia serta ulama mendunia.
Diamana program ini nantinya akan mengirim santri-santri serta ulama untuk study dan mempelajari keberagaman di Negeri-negeri Eropa serta Amerika.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk
beragama Islam terbesar di dunia ternyata bisa menampilkan Islam yang damai, Islam yang toleran, dan Islam yang compatible atau cocok dengan demokrasi
(Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin).

Baca juga:  Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang Mendampingi PLT Bupati Pemalang Dalam Acara Takziah di Desa Ambo Kulon Kecamatan Comal

Indonesia adalah negara yang disebut sebagai
“Amazing Country” karena berhasil menjaga keutuhan wilayah yang demikian besar dan keragaman etnis dan sosial-budaya yang demikian besar.

Pemberdayaan santri dan ustadz dalam dalam konteks toleransi
yang lebih luas akan memberikan impact yang positif terhadap ragam
keberagamaan di Indonesia sendiri.

Hal utama visi misi Saya adalah bekerja sama dan bersama sama membangun
Indonesia dan kerja membangun solidaritas sosial. Saya ingin JIDI ini bergotong
royong membangun masyarakat Indonesia terutama kelompok anak muda, guru,
buruh, petani, nelayan, miskin dan marjinal berdasarkan nilai-nilai demokrasi, kesetaraan, keadilan sosial dan kesejahteraan. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan peradaban Indonesia yang semakin mapan, masyarakat Indonesia semakin membutuhkan kanal dan wadah untuk menyalurkan aspirasi tentang kehidupan publik yang lebih baik serta pembangun masyarakat Madani kedepan.

JIDI lahir sebagai gerakan dan perjuangan untuk pembangunan Indonesia ke arah lebih maju dengan akselarasi perubahan dalam pembangunan manusia Indonesia untuk masyarakat sipil menyongsong Indonesia Emas 2045.

Jalal Institute for Development in Indonesia (JIDI) adalah organisasi masyarakat sipil yang didirikan secara swadaya/mandiri oleh saya sendiri untuk menangani Isu delapan pilar pembangunan.

– Pembangunan pendidikan (education),
– Pembangunan kepemimpinan (leadership building)
– Penanganan dan perlindungan sosial kemanusian (social and humanity),
– Amal sosial keagamaan (charity and social religious affairs),
– Pembangunan dan pemberdayaan pemuda (empowering youth),
– Kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (entrepreneurship and people’s economics),
– Pemberdayaan buruh dan petani desa (empowering labor and farmer) dan
– Isu perubahan lingkungan dan iklim (fighting for environment and the climate Change).

Mengingat banyak persoalan kebangsaan dan sosial yang hinggap di masyarakat Indonesia, maka kebersamaan dan gotong royong memiliki pillar dan goals yang kuat hanya dapat dibangun apabila kita memiliki tujuan yang jelas dan terarah. Insya Allah, kita JIDI bisa merumuskan aktivitas, program, proyek kerja, hingga persoalan manajemen seperti human resource dengan baik untuk pembangunan Indonesia lebih baik.

Baca juga:  Pesan Semangat dan Sambutan Kepala Disparpora Dalam Kegiatan Acara Malam Penganugerahan Festival Lomba Desa Wisata Kabupaten Pemalang Tahun 2022

Sebagai role model kecocokan antara Islam dan demokrasi, Indonesia akan terus memberikan kontribusinya kepada dunia.
Saya bersama NGO JIDI Jalal Institute for Development in Indonesia dan Bangsa Indonesia berkomitmen untuk terus aktif berperan dalam mempromosikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Islam for the Universe and Blessing) dan Demokrasi dalam menghadapi berbagai tantangan global untuk perdamaian, pendidikan, toleransi, ekonomi, wirausaha anak muda, juga untuk meresponi perubahan iklim dan isu isu kebangsaan dan masyarakat Indonesia.
Marilah kita bersama-sama menjawab tantangan-tantangan global demi membangun tatanan dunia yang lebih aman dan damai, adil dan sejahtera.

Indonesia sebagai negara demokrasi, santri menjaga keutuhan wilayahnya demikian besar dan penting untuk melaksanakan pemberdayaan dalam konteks yang lebih luas akan memberikan dampak yang positif terhadap keberagaman dan bersama-sama membangun masyarakat Indonesia terutama kelompok-kelompok buruh petani nelayan.

H Jalal juga menambahkan bahwa hadirnya JIDI semoga bisa menjadi salah satu pendorong bagaimana pembangunan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat bisa disalurkan.
Melihat kondisi yang ada dengan angka pengangguran yang masih cukup banyak, dengan pengamatan dan pengalaman Saya sebagai pengusaha, harus ada perubahan sistem antara dunia pendidikan dengan dunia bisnis dengan cara membuat lulusan lulusan SMK bisa lebih produktif untuk mengisi ruang-ruang yang ada agar bisa lebih optimal.
Dan selanjutnya bagaimana penerapan Islam rahmatan lil alamin bisa menjadi program unggulan tahunan, dan nanti kita juga akan memfasilitasi seleksi belajar bagaimana tentang demokrasi, tentang keberagaman bagian dari kita merawat kebhinekaan dan kebangsaan kita.

Tentang kondisi dan situasi industri dipp Pemalang ini, kita bisa melihat kabupaten tetangga, adalah Kabupaten Batang yang industrinya lagi disiapkan, nanti juga dengan hal demikian menjadi salah satu ikhtiar kita bersinergi dengan para eksekutif Pemerintah Daerah, agar Industri Pemalang bisa lebih maju lagi.
Pemalang ini kondisinya oke, Sangat terbuka sangat kondusif buat pelaku-pelaku investasi di beberapa sektor, Pungkas H Jalal.
(Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *