Wujud Nyata Pelayanan Warga, Haris Kelana Sidak Lokasi Banjir di Pemukiman Warga

Wujud Nyata Pelayanan Warga, Haris Kelana Sidak Lokasi Banjir di Pemukiman Warga

Reporter: Rudi Hartono

Medan | Gerbang Indonesia – Pada Sabtu pagi, awal tahun 2022 tanggal 1/1/2022, Haris Kelana Damanik, ST melakukan peninjauan atas laporan warga lingkungan 13 Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Senator F-Gerindra Komisi 2 ini tidak sendiri, dalam rombongan terlihat stake holder dan pejabat terkait seperti Kepala UPT Bina Marga Medan Labuhan Amsyah, ST, MT, Lurah Terjun Taufik, STTP, MAP, Kepala Lingkungan 13 Terjun Saddiyani Harahap, tokoh masyarakat Sianturi, Kepala perumahan KPUM Terjun Nainggolan dan Turnip.

Kehadiran warga yang merasa terdampak banjir genangan air ikut meramaikan rombongan Politisi Gerindra ini. Sekitar pukul 10.30 wib, Haris Kelana, ST tiba di lokasi dan langsung bergerak cepat menjumpai warga yang telah menanti kedatangannya.

Lurah Terjun, Kepala UPT Bina Marga, Kepling 13 Terjun, tokoh masyarakat membaur menyambut anggota dewan yang murah senyum ini. Tanpa basa-basi, politisi muda dan energik ini mengajak warga begitu turun dari kenderaan agar segera meninjau dan mengetahui akar persoalan tergenangnya air di pemukiman warga.

Dengan sigap dan cekatan, Ketua PAC Gerindra Medan Marelan ini mengemandoi rombongan ini. Dengan langkah tegap diiringi Kepala UPT dan Kepling 13, beliau bertanya tentang persoalan yang dihadapi warga. Warga senang melihat antusias anggota dewan yang dapat meluangkan waktu untuk mereka, padahal hari ini hari libur apalagi masih awal tahun baru.

Baca juga:  Pjs Desa Sindanglaya Nana Priatna Angkat Bicara terkait keluhan Masyarakat dengan adanya Pengerjaan Drainase

Persoalan ini mengemuka ketika Haris mengadakan Reses tanggal 18/12/21 lalu di lingkungan 13 Terjun. Dan saat itu politisi Gerindra ini berjanji untuk meninjau langsung keadaan agar bisa menjembatani persoalan antara masyarakat dan pemerintah kota Medan. Berhubung dengan padatnya jadwal kerja, pada hari Sabtu ini lah janji itu ditunaikan beliau

“Selaku pelayan dan wujud kepedulian pada konstituen, saya harus meneliti dan memahami akar persoalan yang diadukan warga”, ujarnya merendah. Sepanjang perjalanan melihat kondisi real dilapangan ini, beliau terus memperhatikan dan mendengarkan keluhan dan keinginan warga. Tak ketinggalan Lurah dan Kepala UPT juga berdiskusi mengenai hal ini.

“Saya berharap pihak Bina Marga dapat memetakan masalah dan memahami persoalan agar solusi persoalan ini dapat diatasi. Beliau juga berpesan pada pak Lurah agar mengkondisikan dan membawa persoalan ini untuk perencanaan musrembang kecamatan dan dapat dianggarkan pada tahun 2022 tahun ini”, katanya berharap.

Baca juga:  Pemda Anggarkan 8,1 Milyar Rupiah, untuk Ganti Rugi Lahan Pembangunan Kantor Bupati

Kondisi alur dan kedalaman drainase serta tutup klep penahan debit air yang masuk kepemukiman jadi perhatian serius. “Klep ini sudah tidak berfungsi dengan baik sejak 4 tahun lalu, akibatnya air yang sedianya mengalir mengikuti drainase tidak masuk kepemukiman warga”, ujar Kepling 13 Terjun. “Kedalaman parit drainase dan kelebarannya yang kurang, ikut juga menimbulkan dampak banjir” timpal Sianturi menambahi keterangan Kepling kepada Haris.

Pak Lurah dalam keterangannya ketika di tanya sikap kelurahan, menjawab diplomatis, “Saya sedang mempelajari persoalan warga lingkungan 13 ini, berhubung amanah yang saya emban selaku Lurah masih baru jadi perlu pemahaman dan pendalaman termasuk ikut langsung mengamati titik-titik persoalan penanganan banjir”.

Terlihat di lokasi dengan jelas terjadi pendangkalan parit drainase di tambah lagi menumpuknya sampah yang ikut mendangkalkan parit. Setelah mengamati dengan seksama selama 1 jam lebih, beliau kembali ke rumah warga.

Dalam kesempatan itu, Kepling 13 menuturkan bahwa tugas dan tanggung jawab selaku Kepling sedikit terhambat mengingat ini berharap bahwa jumlah warga dan kepala keluarga yang berdomisili di lingkungan 13 sudah layak dimekarkan karena sudah melebihi ketentuan perda yang ada. Lurah ketika dikonfirmasi awak media belum bisa berkomentar banyak, mengingat jabatan Lurah Terjun masih baru dan masih memetakan akar persoalannya.

Baca juga:  Bupati Sampang H.Slamet Junaidi Meninjau Lokasi Jalan dan Jembatan Lingkar Selatan Sampang

“Saya akan pelajari dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk masalah ini”, ujarnya. Di tanya tentang dranaise yang tidak berfungsi dengan baik dan perbaikan jalan yang ada di kompleks, Lurah sudah berkoordinasi dengan pihak UPT dan telah masuk program Musrembang dan masuk dalam rencana kerja kelurahan di tahun 2022.

Kesimpulan akhir dari peninjauan di lokasi ini, Haris menekankan pada Kepling dan pemuka masyarakat agar selalu memastikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. “Perlu saya ingatkan sebagai anggota dewan, bahwasanya tidak akan ada pembangunan dan prioritas pelaksanaan pembangunan jika PBB tidak diindahkan masyarakat, sebab dengan PBB lah pembangunan dapat terlaksana”, ujarnya mengingatkan warga.

Kepada pak Lurah dan Bina Marga agar dapat memetakan masalah dan membawa persoalan ini ke pemko Medan berbentuk usulan agar dilaksanakan TA 2022. “,Saya pribadi akan menyampaikan aspirasi ini ke komisi agar dijembatani melalui suara fraksi disampaikan pada pemerintah kota”, pungkasnya menutup pembicaraan. (RHO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *