Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang “Fraksi PKS Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi”

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang “Fraksi PKS Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi”

Reporter: Eko B Art

Pemalang | Gerbang Indonesia – Dalam acara kegiatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang, Fraksi PKS secara tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Hal penolakan tersebut disampaikan Oleh Daliwan S.Pd Komisi C Anggota DPRD kabupaten Pemalang dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), dalam Rapat Paripurna DPRD kabupaten Pemalang di gedung rapat Paripurna DPRD kabupaten Pemalang. Senin 12 September 2022.

Dalam pembacaan Penolakanya Daliwan menyampaikan bahwa, Sebelum kami akhiri Pendapat Akhir dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, terhadap Penyampaian Rapat, dalam kesempatan yang baik ini. “Kami Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPRD kabupaten Pemalang, secara tegas menyatakan menolak kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.

Baca juga:  Pj Bupati Mubar Tekankan Pada Kontraktor Fisik Agar Selesai Tepat Waktu

Lebih lanjut Daliwan menambahkan, bahwa Kami menilai kebijakan tersebut tidak pro rakyat dan memberatkan masyarakat yang selama ini terpuruk akibat pandemi covid 19.
Oleh karena itu kami mendesak pemerintah agar mencabut kebijakan
kenaikan harga BBM bersubsidi. Demikian Pendapat akhir Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, bila ada yang benar datangnya dari Allah SWT dan bila ada kesalahan semata-
mata kekurangan diri kami. Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala
kekurangan,” tutup Daliwan dalam penyampaian rapat.

Baca juga:  Transformasi 2021, Pertamina Ciptakan Capaian Gemilang dan Cetak Laba Bersih Rp 29,3 T

Masih dalam kesempatan yang sama sesaat setelah usai rapat Paripurna, kepada Awak media Daliwan juga menyampaikan bahwa apa yang kami sampaikan mewakili suara warga masyarakat, teman-teman dan saudara saudara kita semuanya ditengah tengah masyarakat yang merasakan beban hidupnya tambah berat apalagi ditambah dengan kenaikan harga BBM, mereka mengeluh dengan adanya kenaikan BBM kali ini, mereka sudah menderita sebelum kenaikan BBM karena akibat dampak Pandemi Covid 19 yang dua tahun melanda kehidupannya, mereka baru mendapatkan semangat karena Covid 19 sudah melandai, tapi istilahnya baru merangkak bangkit dan baru mulai berjalan pelan pelan (timik timik) ternyata harga BBM naik, sehingga mereka untuk hal hal kebutuhan juga merasakan harga harga yang makin melambung, dan semua ini berdampak pada sektor pertanian perdagangan dan banyak sektor sektor lainya. pungkas Daliwan. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *