Jembatan Nunpisa Putus Diterjang Banjir, Warga Korban Banjir Siumate Fatuleu Barat Terisolir

Jembatan Nunpisa Putus Diterjang Banjir, Warga Korban Banjir Siumate Fatuleu Barat Terisolir

Kupang | Gerbang Indonesia – Tersapu banjir jembatan Nunpisa di wilayah Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur transportasi jalur Sulamu dan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang terhambat Minggu (01/01/2023).

Warga di jalur bencana banjir Siumate kecamatan Fatuleu Barat terpaksa merayakan tahun baru dalam kondisi terisolir setelah jembatan Nunpisa yang menghubungkan wilayah itu putus diterjang banjir.

Ketua Klasis Fatuleu Barat Meritz Jeritmo Nenoliu mengatakan kepada Media. Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur sebagian Pulau Timor, khususnya di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya sejak Minggu malam (31/12) hingga hari ini, Minggu (01/01/2023). Akibat jembatan ambruk transportasi tak bisa dilintasi kendaraan.

Lewat WhatsApp Pdt Viktor Toto ketua majelis jemaat efrata Siumate meminta perhatian dan bantuan dari berbagai pihak atas kondisi jembatan Nunpisa yang terputus dan akses bantuan ke lokasi banjir Siumate terhambat agar dapat dibuatkan jalan alternatif, mengingat alat berat sudah tidak ada di lokasi tapi sampah dan banjir tetap ada sehingga masyarakat bergotong-royong membersihkan sisa puing akibat banjir dan sangat berharap bantuan di posko-posko.

Baca juga:  Layanan Keuangan Terintegrasi Di Palu Terbaru

Kepala BPBD kabupaten Kupang Elfrid Saneh saat dihubungi gerbang Indonesia, Minggu (01/01/2023) membenarkan peristiwa itu. “Untuk sementara akses jalan dari Kupang ke wilayah Fatuleu Barat sampai Amfoang Utara terputus, kejadiannya pada malam hari (Minggu, 01/01/2023).

Informasi yang di sampaikan kepala BPBD kabupaten Kupang Elfrid Saneh, sementara alat berat telah berada di lokasi dan merintis jalan alternatif. Untuk itu, Elfrid berharap bantuan Pemkab Kupang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) propinsi NTT dan PUPR dapat menjawab keluhan dan harapan masyarakat yang mengakses jalur jalan/jembatan agar transportasi tidak mengalami kesulitan akses apalagi bantuan yang akan di kirim ke lokasi bencana banjir Siumate.

Baca juga:  Mafia Tanah Langganan Hotel Prodeo

Salah satu sisi Jembatan Nunpisa di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur ambruk akibat tergerus banjir pada Minggu (01/01/2023) sehingga tak bisa dilintasi kendaraan.
Sebelumnya diberitakan, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sejak malam hari hingga saat ini membuat sejumlah wilayah terendam banjir.

Ketinggian air mencapai satu meter dan luapan sejumlah sungai hingga ke jalan raya mengganggu aktivitas pengendara.

Baca juga:  Pencurian Motor Terjadi Lagi di Kota Baubau, Polisi Telah Tangkap Tersangka

Setelah menerima laporan bencana tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD provinsi NTT Ambrosius Kodo berkordinasi dan mengirim alat berat untuk membantu membuat jalan alternatif.

Kepala Desa dengan bantuan alat berat serta masyarakat sudah membersihkan sampah dan membuka jalan alternatif,” kata Elfrid.

Kondisi ancaman bencana alam di musim penghujan ini, Elfrid menghimbau agar warga selalu waspada dengan cuaca ekstrim yang memicu bencana banjir dan tanah longsor atau bencana lainnya saat ini.

“Kita imbau warga untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrim yang memicu banjir,longsor dan angin kencang.

Yang pertama dan utama lakukan evakuasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, dan evakuasi mandir ketika ada tanda – tanda bencana. (Yurry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *