Kegiatan Showcase Gerakan Remaja Hebat Kabupaten Pemalang Tahun 2022

Kegiatan Showcase Gerakan Remaja Hebat Kabupaten Pemalang Tahun 2022

Pemalang, Gerbang Indonesia – Acara kegiatan Showcase Gerakan Remaja Hebat kabupaten Pemalang tahun 2022 berangsung di Pendopo Kabupaten Pemalang. Sabtu 25 Juni 2022.

Dalam keterangannya kepada media, Dr Jasman Indratno MSi selaku Wakil Rektor IV Institut Teknologi dan Bisnis Semarang, sekaligus direktur penanganan program Anak tidak sekolah.

Jasman Indratno menyampaikan bahwa mengawali dari kegiatan showcase anak-anak remaja hebat ini, merupakan awal dari kegiatan anak-anak remaja desa, khususnya untuk melatih diri berani menyampaikan sesuatu yang bersifat inovasi dan kreativitas.

Kemudian ada usulan-usulan untuk kemajuan di desa, anak-anak itu harus dilatih kegiatan semacam ini, dan hal ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter atau yang disebut dengan soft skill.

Dalam pendidikan ini melatih keberanian anak untuk percaya diri, kemudian yang paling penting sebenarnya yang kita inginkan dari salah satu tujuan kita adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk interpreneur, sebab interpreneur itu sebenarnya tidak hanya sekedar pendidikan yang terkait dengan kewiraswastaan, bukan hanya itu, tetapi untuk membangun rasa percaya diri dalam menuangkan dan melakukan ide inovasi serta kreatifitas.

Baca juga:  Laporan Kinerja Pemerintah Kota Depok Tahun 2022: Terobosan Penurunan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Nanti setelah munculnya keberanian dan inovasi kreativnya, mereka akan kita pantau, kita bantu untuk pengembangannya.

Pada tahapan Usia 10 tahun sampai dengan usia 18 dan toleransi usia hingga 21 tahun itulah yang menjadi konsentrasi dalam kegiatan ini.

Untuk anak anak yang putus sekolah, kita dorong untuk di dikembalikan ke sekolah, mulai dari anak putus sekolah dengan status anak yang belum pernah sekolah sama sekali ataupun anak yang tidak lulus sekolah, tidak melanjutkan sekolah, ataupun berhenti sekolah dari SD, SMP, SMA.

Anak anak yang berhenti sekolah dari SD belum ke SMP atau belum lulus, atau dia keluar sebelum lulus SMA, dengan latar belakang persoalan yang bermacam-macam.

Ada yang karena pernikahan dini, menjadi pembantu rumah tangga, menjadi pekerja pabrik, terus kemudian anak-anak yang dari kelompok keluarga kurang mampu, atau bahkan dari keluarga yang mampu namun kehilangan semangat dan motivasi untuk bersekolah lagi.

Baca juga:  PLT Bupati Pemalang Bersama BPJS Ketenagakerjaan Melaunching Program MESRA Dan MANSUR di Pendopo Kabupaten Pemalang

Dengan melihat banyaknya persoalan dari ATS (anak tidak sekolah) dan APS (atas putus sekolah) yang ada, kami bangun komunikasi dengan anak-anak tersebut, yang sudah tidak mungkin mau/bisa bersekolah formal, kemudian kita tarik ke PKBM atau mungkin ke pondok pesantren, supaya dia tetep mau ke sekolah.

Harapannya agar Anak tidak sekolah ataupun Anak putus sekolah mau melanjutkan sekolah lagi.

Ini sesuai dengan Intruksi Presiden yaitu “Memutus mata rantai kebodohan melalui pendidikan dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan”. Tentunya kalau orang miskin bisa mendapatkan Pendidikan yang baik maka bisa merubah nasib dengan ilmu yang didapatkan di Sekolah.

Bila anaknya orang tidak mampu yang tidak bersekolah tapi masih semangat untuk bersekolah, tinggal kita carikan beasiswa, kita carikan orang tua asuh, kita carikan CSR dan kita komunikasikan dengan Baznas maka selesai persoalannya.

Tapi bila anak yang putus sekolah dari keluarga mampu, namun kehilangan semangat dan motivasi untuk bersekolah, maka perlu penanganan lebih serius, bisa berkali kali kita tangani agar ada semangat bersekolah lagi, dan biasanya untuk kondisi yang demikian tidak cukup sekali dalam penangannya, bahkan bisa berulang ulang.

Baca juga:  Wakil Ketua Satu DPRD Kabupaten Pemalang "Pengarus Utamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Sebagai Acuan Memaksimalkan Potensi Perempuan Dalam Pembangunan"

Kedepannya kegiatan ini supaya bisa memberikan praktek praktek yang lebih baik ataupun memberikan contoh contoh yang baik dalam hal cara penanganan anak tidak sekolah bagi semua berbagai macam sektor atau berbagai macam pihak yang bisa terlibat mulai Dinas Pendidikan terlibat, Kemenag terlibat, Disnaker juga terlibat, kemudian organisasi-organisasi masyarakat juga terlibat, agar semangat yang luarbiasa ini bisa sebagai contoh kepada daerah-daerah lain, di desa-desa lain untuk bisa menerapkan atau mencontoh praktek baik ini untuk pengentasan anak-anak yang tidak sekolah agar kembali ke sekolah.

Terimakasih untuk Pemerintah Daerah kabupaten Pemalang yang sudah sangat luar biasa untuk suport dan dukungannya, dan juga Pak Ikmaludin yang sangat luar biasa menjadi relawan kami.
Kami sangat terbantu dalam hal ini. Pungkas Jasman Indratno.
(Eko B Art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *